Syarat Aqiqah Terkait Kambing yang Disembelih dan Tata Caranya

Unsplash
Ilustrasi, aqiqah.
Penulis: Anggi Mardiana
Editor: Agung
17/10/2023, 14.13 WIB

Syarat aqiqah perlu dipahami oleh umat muslim terutama orang tua. Aqiqah merupakan proses menyembelih hewan ternak sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas lahirnya seorang anak. Kelahiran anak menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh orang tua.

Aqiqah merupakan bentuk rasa syukur atas kelahiran anak. Makna dari aqiqah yaitu memotong rambut bayi yang baru lahir dan melakukan penyembelihan hewan. Daging binatang ternak yang disembelih itu kemudian dibagikan ke kerabat dan tetangga.

Pelaksanaan aqiqah umumnya dilakukan saat anak memasuki usia hari ke-7, 14 hingga 21 hari dari waktu kelahiran. Lalu adakah batasan umur untuk anak aqiqah? Dalam rangkuman buku Fiqih Aqiqah terbitan Redaksi Media Zikir, aqiqah dianjurkan meski anak sudah baliq atau berumur dewasa.

Syarat Aqiqah

Syarat Aqiqah (gramedia.com)

Syarat aqiqah mengacu pada ketentuan kambing atau domba yang disembelih. Berikut syarat kambing atau domba untuk aqiqah:

  • Kambing atau domba dalam keadaan sehat serta tidak sakit
  • Kambing atau domba tidak kurus
  • Kambing atau domba tidak cacat
  • Kambing atau domba sudah berumur satu tahun lebih atau pernah berganti gigi

Adapun jumlah kambing yang disembelih untuk aqiqah anak laki-laki ialah 2 ekor sedangkan untuk anak perempuan 1 ekor.

Tata Cara Aqiqah sesuai Sunah Rasul

Tata Cara Aqiqah Menurut Sunah Rasul (Unsplash)

Jika sudah mengenal syarat aqiqah, penting bagi Anda memahami tata cara aqiqah sesuai sunah Rasul, baik untuk anak laki-laki dan perempuan. Berikut tata cara aqiqah sesuai sunah Rasul:

1. Menyembelih Kambing

Menyembelih kambing merupakan tata cara aqiqah pertama. Sebelum menyembelih kambing atau domba disunahkan untuk membaca doa berikut terlebih dahulu:

Bismillahi wa billahi, allahumma 'aqiqatun 'an fulan bin fulan, lahmuha bilahmihi si azhmihi, allahummaj'alha wiqaan liali muhammadin 'alaihi wa alihis salam.

Artinya: "Dengan nama Allah serta dengan Allah, aqiqah ini dari fulan bin fulan, dagingnya dengan dagingnya, tulangnya dengan tulangnya. Ya Allah, jadikan aqiqah ini sebagai tanda kesetiaan kepada keluarga Muhammad SAW."

Meski aqiqah identik dengan menyembelih kambing tetapi sudah banyak orang yang membeli masakan kambing yang sudah siap dimakan untuk acara aqiqah anak.

2. Memasak Daging Aqiqah

Para jumhur ulama menganjurkan memasak daging aqiqah terlebih dahulu sebelum dibagikan kepada orang-orang. Hal ini telah dibahas oleh Imam Al-Baghawi dalam kitab Atahzib. Ada juga pendapat yang ditulis dalam kitab Al-Musfashshal fi Ahkamil Aqiqah yang artinya kebanyakan ahlul ilmi menganjurkan daging hewan aqiqah tidak dibagikan dalam keadaan mentah tetapi dimasak terlebih dahulu.

3. Memakan Sebagian Daging Aqiqah

Berdasarkan hadist yang diriwayatkan oleh Al-Bayhaqi daging aqiqah baiknya dimasak terlebih dahulu lalu dimakan oleh keluarga. Hal ini tercantum dalam hadist Al-Bayhaqi yang isinya sunnahnya dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan satu ekor kambing untuk anak perempuan.

Daging tersebut dimasak terlebih dahulu tanpa mematahkan tulangnya lalu dimakan oleh keluarganya dan disedekahkan pada hari ke tujuh.

4. Mencukur Rambut dan Memberikan Nama saat Aqiqah

Tata cara aqiqah sesuai sunah rasul selanjutnya mencukur rambut bayi yang baru lahir dan memberikannya nama. Dalam tata cara aqiqah ini, orang tua memberikan nama yang baik untuk anak baru lahir. Hukum mencukur rambut bayi saat aqiqah yaitu sunah.

Sekilas tentang Hukum Aqiqah

Dalam buku Fiqih As-sunah karya Sayyid Sabiq, aqiqah berasal dari kata iqqah yang artinya rambut bayi manusia atau domba yang disembelih atas dasar anak yang dilahirkan. Kegiatan mencukur rambut bayi pada hari ketujuh merupakan ajaran Nabi Muhammad SAW. Karena itu, hukum aqiqah yaitu sunah muakkad yang artinya diutamakan untuk dikerjakan.

Jika seorang muslim memiliki kondisi finansial baik atau memiliki harta cukup untuk aqiqah, dianjurkan segera melaksanakannya saat anak masih bayi. Namun jika belum mampu, menurut Ibnu Taimiyyah dalam Fiqh at-Ta'amul Ma'a an-Nas, sebaiknya tidak sampai berhutang untuk melaksanakan aqiqah sebab bisa jadi mudharat baginya.

Karena itu, hukum aqiqah dalam Islam bagi orang yang tidak mampu tidak dianjurkan untuk melaksanakannya. Jadi hukum aqiqah tidak wajib. Lain halnya jika aqiqah sudah dinazarkan sejak awal atau sebelum bayi lahir maka hukumnya menjadi wajib.

Dapat disimpulkan syarat aqiqah terkait kambing atau domba yang disembelih di antaranya sehat, cukup umur, tidak cacat dan tidak kurus. Sementara jumlah hewan aqiqah untuk anak laki-laki ialah 2 ekor kambing dan perempuan 1 ekor kambing.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.