Penting Waspada, Apa itu Virus Nipah? Kenali Penyebab dan Gejalanya

ECDC
Apa itu Virus Nipah
Penulis: Anggi Mardiana
Editor: Safrezi
26/1/2026, 19.46 WIB

Apa itu virus Nipah? Virus Nipah merupakan penyakit infeksi berbahaya yang disebabkan oleh virus dan dapat memicu peradangan pada otak. Penularannya terjadi dari hewan ke manusia, dan hingga kini belum tersedia pengobatan yang benar-benar efektif untuk mengatasi infeksi ini. Karena itu, penting bagi masyarakat memahami faktor penyebab, serta mengenali gejala yang ditimbulkannya.

Hingga kini, belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan infeksi virus Nipah, begitu juga vaksin untuk pencegahannya. Penanganan yang tersedia lebih ditujukan untuk meredakan gejala, mencegah dehidrasi, dan memastikan pasien cukup beristirahat. Meski demikian, beberapa obat menunjukkan potensi untuk digunakan dalam pengobatan virus Nipah, termasuk imunoterapi dengan antibodi monoklonal, remdesivir, dan ribavirin.

Apa itu virus Nipah?

Apa itu Virus Nipah (Katadata)

Apa itu virus Nipah? Virus Nipah adalah jenis virus yang berasal dari famili Paramyxoviridae yang dapat menyerang manusia maupun hewan, termasuk babi. Virus ini pertama kali ditemukan di Malaysia pada tahun 1999, disebuah peternakan babi, desa sekitar Sungai Nipah, Malaysia, sebelum akhirnya menyebar ke Singapura.

Kejadian tersebut, dipicu oleh deforestasi besar-besaran yang membuat populasi kelelawar berpindah mendekati area peternakan, sehingga virus Nipah menular dari kelelawar ke babi lalu manusia.

Infeksi virus Nipah dapat menimbulkan masalah kesehatan tertentu, seperti gondongan, campak, dan pneumonia, serta dapat berkembang menjadi peradangan otak atau ensefalitis. Karena sifatnya yang berbahaya, infeksi virus Nipah perlu diwaspadai. Penyakit ini menimbulkan berbagai gejala yang dapat mempengaruhi kondisi kesehatan tubuh secara serius.

Virus Nipah termasuk dalam genus Henipavirus, satu kelompok dengan virus Langya dan virus Hendra. Hewan yang menjadi pembawa pertama virus ini yaitu kelelawar pemakan buah dari famili Pteropodidae.

Penyebab dan Faktor Risiko Penularan Virus Nipah

Virus Nipah tergolong penyakit zoonosis, yaitu infeksi yang dapat menular dari hewan ke manusia. Pada awalnya, penularan virus ini terjadi dari kelelawar pemakan buah ke hewan ternak, terutama babi.

Namun, bukan hanya babi yang dapat terinfeksi. Beberapa hewan ternak dan hewan peliharaan lain, seperti kambing, kuda, anjing, hingga kucing, juga berpotensi tertular dan menjadi sumber penularan virus Nipah.

Penularan ke manusia dapat terjadi ketika seseorang mengonsumsi hewan ternak yang terinfeksi atau melakukan kontak dengan cairan tubuh hewan tersebut, seperti darah dan kotoran. Selain itu, virus Nipah juga dapat menyebar dari manusia ke manusia melalui kontak erat dengan cairan tubuh penderita, termasuk droplet, darah, dan urine. Adapun kelompok orang yang memiliki risiko lebih tinggi untuk tertular virus Nipah meliputi:

• Orang yang mengonsumsi cairan nira mentah atau makanan, dan buah yang terkontaminasi virus Nipah.
• Orang yang baru saja melakukan perjalanan ke wilayah yang sedang mengalami wabah virus Nipah.
• Orang yang terpapar cairan tubuh dari hewan atau manusia yang terinfeksi, termasuk droplet saat batuk atau bersin, darah, kotoran, urine, atau air liur.
• Orang yang melakukan kontak dekat dengan hewan atau manusia yang terinfeksi virus Nipah, seperti tenaga medis atau pekerja di fasilitas layanan kesehatan.

Gejala Virus Nipah

Masa inkubasi virus Nipah, yaitu rentang waktu sejak terpapar hingga gejala muncul, berkisar antara 4–14 hari. Pada tahap awal, gejala infeksi virus Nipah sering menyerupai flu biasa. Namun, jika infeksi berlanjut, kondisi dapat memburuk dengan munculnya peradangan dan pembengkakan otak (ensefalitis) yang berpotensi berakibat fatal.

Setelah masa inkubasi berakhir, gejala awal biasanya muncul dan dapat bertahan selama 3–14 hari pertama. Beberapa gejala yang mungkin timbul antara lain:

• Batuk
• Diare
• Muntah
• Sakit tenggorokan
• Demam
• Sakit kepala
• Nyeri otot
• Sulit bernapas

Apabila infeksi terus berkembang, gejala serius dan parah akibat ensefalitis akan muncul. Beberapa tanda yang dapat terlihat pada tahap peradangan otak antara lain:

• Bingung mengenai waktu dan lokasi (disorientasi)
• Tidak fokus dan sulit konsentrasi
• Kejang-kejang
• Koma
• Rasa ketakutan yang sangat berat

Gejala peradangan otak dapat memburuk dengan cepat, umumnya dalam 24–48 jam. Pada 40–75% kasus infeksi virus Nipah yang parah, kematian dapat terjadi setelah timbulnya gejala radang otak. Beberapa kasus infeksi virus Nipah bersifat laten, artinya gejala, baik ringan maupun berat, baru muncul beberapa bulan hingga beberapa tahun setelah infeksi awal.

Apa itu virus Nipah? Virus Nipah adalah virus berbahaya yang dapat menyebabkan infeksi serius pada manusia, termasuk radang otak dan gangguan pernapasan. Hingga saat ini, belum ada obat atau vaksin yang dapat menyembuhkannya, sehingga pencegahan dan penanganan gejala menjadi langkah utama. Virus ini juga bisa memiliki masa laten, di mana gejala baru muncul beberapa bulan atau tahun setelah infeksi awal, sehingga kewaspadaan sangat penting.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.