BEI Rela Saham RI Keluar dari MSCI-FTSE demi Jaga Integritas Pasar

Nur Hana Putri Nabila
15 Juli 2026, 19:37
msci, bei, saham,
BRI Danareksa Sekuritas
Ilustrasi pembekuan saham Indonesia oleh lembaga penyedia indeks global MSCI.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan kualitas dan integritas pasar menjadi prioritas meski konsekuensinya sejumlah saham Indonesia berpotensi keluar dari indeks global seperti MSCI dan FTSE Russell.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan otoritas pasar modal berkomitmen menjaga transparansi pasar dan integritas bursa. Menurut dia, kedua aspek itu menjadi perhatian utama penyedia indeks global maupun investor internasional.

"Kami tentu akan lebih senang kalau itu (emiten) masuk dengan cara yang baik dan benar, yang selama ini itulah yang menjadi kritik dari global index provider dan juga global investor," kata Jeffrey di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (15/7).

Jeffrey berharap semakin banyak perusahaan tercatat di BEI dapat masuk ke indeks global. Namun, ia menegaskan hal itu harus dicapai melalui mekanisme pasar yang sehat dan memenuhi standar yang diharapkan penyedia indeks global.

Ia juga mengakui penguatan kualitas pasar yang dilakukan BEI berpotensi membuat sejumlah saham Indonesia keluar dari indeks global dalam jangka pendek. Meski demikian, Jeffrey optimistis langkah ini akan memberikan hasil yang lebih baik dalam jangka menengah dan panjang, sehingga semakin banyak emiten domestik dapat masuk ke indeks MSCI, FTSE Russell, maupun S&P.

Sebelumnya, saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index dan FTSE, setelah BEI menyatakan kedua saham ini masuk kategori kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration (HSC).

Untuk memperkuat pengawasan, BEI merevisi metodologi penentuan saham HSC dengan menambahkan kriteria baru berupa price impact ratio bagi saham dengan kapitalisasi pasar di atas Rp 10 triliun.

Jeffrey menjelaskan BEI akan melakukan penyaringan terhadap saham yang memiliki price impact ratio tinggi untuk mengidentifikasi potensi HSC.

Menurut dia, price impact ratio dihitung dengan membandingkan perubahan harga saham terhadap velocity, yakni rasio antara rata-rata volume transaksi dan jumlah saham yang beredar di publik (free float). Semakin rendah volume transaksi suatu saham, semakin rendah pula velocity-nya.

"Dengan velocity yang rendah tetapi perubahan harga yang besar tentu akan menghasilkan price impact ratio tinggi. Atas saham-saham inilah kami akan melakukan screening terhadap potensi ada atau tidaknya HSC," kata Jeffrey dalam konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (14/7).

Evaluasi berdasarkan price impact ratio akan dilakukan secara berkala setiap tiga bulan terhadap seluruh saham dengan kapitalisasi pasar di atas Rp 10 triliun mengikuti siklus evaluasi indeks utama BEI.

Sementara itu, trigger factor yang digunakan dalam pengawasan tetap berlaku untuk seluruh saham dan dilakukan secara insidental di luar jadwal evaluasi berkala.

Dengan penerapan kriteria baru itu, BEI akan menambah 37 saham ke dalam kategori high shareholding concentration. Penambahan itu membuat jumlah saham yang masuk daftar HSC meningkat menjadi 51 emiten.

Berikut 34 emiten baru yang masuk daftar HSC per 14 Juli:

No.Kode EmitenPerusahaanTerkonsentrasi (%)
1AGIIPT Samator Indo Gas Tbk97,75%
2ALIIPT Ancara Logistics Indonesia Tbk97,62%
3BBHIPT Allo Bank Indonesia Tbk92,71%
4BBSIPT Krom Bank Indonesia Tbk99,95%
5BELIPT Global Digital Niaga Tbk93,83%
6BINAPT Bank Ina Perdana Tbk94,79%
7BNIIPT Bank Maybank Indonesia Tbk99,14%
8BNLIPT Bank Permata Tbk99,92%
9*BRENPT Barito Renewables Energy Tbk97,31%
10BTPNPT Bank SMBC Indonesia Tbk99,78%
11BYANPT Bayan Resources Tbk98,50%
12CMNPPT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk96,64%
13CMNTPT Cemindo Gemilang Tbk99,41%
14DCIIPT DCI Indonesia Tbk99,96%
15*DGWGPT Delta Giri Wacana Tbk97,35%
16DNETPT Indoritel Makmur Internasional Tbk98,06%
17*DSSAPT Dian Swastatika Sentosa Tbk95,76%
18ELPIPT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk98,90%
19FAPAPT FAP Agri Tbk99,77%
20FILMPT MD Entertainment Tbk92,98%
21FITTPT Hotel Fitra International Tbk95,00%
22GEMSPT Golden Energy Mines Tbk99,24%
23*HATMPT Habco Trans Maritima Tbk96,09%
24IFSHPT Ifishdeco Tbk99,77%
25KINGPT Hoffmen Cleanindo Tbk98,40%
26KONIPT Perdana Bangun Pusaka Tbk95,08%
27LIFEPT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk99,21%
28MCOLPT Prima Andalan Mandiri Tbk98,62%
29MEGAPT Bank Mega Tbk95,68%
30*MGLVPT Panca Anugrah Wisesa Tbk95,94%
31*MGROPT Mahkota Group Tbk93,76%
32MKPIPT Metropolitan Kentjana Tbk97,02%
33MLPTPT Multipolar Technology Tbk99,42%
34MORAPT Ekamas Mora Republik Tbk95,65%
35MPROPT Maha Properti Indonesia Tbk99,99%
36PGUNPT Pradiksi Gunatama Tbk99,95%
37POLUPT Golden Flower Tbk99,94%
38PRAYPT Famon Awal Bros Sedaya Tbk99,84%
39RISEPT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk98,03%
40*RLCOPT Abadi Lestari Indonesia Tbk95,35%
41*ROCKPT Rockfields Properti Indonesia99,85%
42SATUPT Kota Satu Properti Tbk94,27%
43SILOPT Siloam International Hospitals Tbk96,70%
44SMARPT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk99,58%
45SOHOPT Soho Global Health Tbk99,93%
46*SOTSPT Satria Mega Kencana Tbk98,35%
47SRAJPT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk97,21%
48STTPPT Siantar Top Tbk94,95%
49*TCPIPT Transcoal Pacific Tbk94,10%
50*WBSAPT BSA Logistics Indonesia Tbk95,82%
51YUPIPT Yupi Indo Jelly Gum Tbk99,91%

*daftar HSC yang masuk sebelum 14 Juli 2026.

"Sehingga total saham yang ada di dalam high shareholding concentration akan menjadi 51 saham, sekali lagi ini adalah bagian dari reformasi berkelanjutan yang terus kami lakukan untuk memastikan transaksi yang teratur wajar dan efisien," ujar Jeffrey.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...