Apakah Suntik Campak Bikin Demam? Ini Penjelasannya

unsplash.com
apakah suntik campak bikin demam
Penulis: Izzul Millati
Editor: Safrezi
12/3/2026, 11.35 WIB

Imunisasi campak merupakan salah satu langkah penting dalam mencegah penyakit campak yang sangat menular. Penyakit ini disebabkan oleh virus dari keluarga paramyxovirus yang dapat menyebar melalui percikan air liur atau droplet saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Campak dapat menimbulkan berbagai gejala seperti demam tinggi, batuk, pilek, mata merah (konjungtivitis), hingga ruam kemerahan di seluruh tubuh.

Untuk mencegah penyakit tersebut, pemerintah memasukkan imunisasi campak dalam program imunisasi dasar lengkap bagi anak. Namun, setelah imunisasi dilakukan, sebagian anak dapat mengalami reaksi tertentu, termasuk peningkatan suhu tubuh. Itulah kenapa sangat wajar bila banyak orang tua yang khawatir soal apakah suntik campak bikin demam.

Apakah Suntik Campak Bikin Demam?

Pantangan Sakit Campak (unsplash.com)

 

Demam memang termasuk salah satu reaksi yang cukup wajar dan sering terjadi setelah imunisasi. Demam setelah imunisasi campak biasanya muncul karena tubuh sedang merespons vaksin yang masuk. 

Vaksin bekerja dengan merangsang sistem imun untuk membentuk antibodi terhadap virus campak. Proses ini dapat memicu reaksi ringan seperti peningkatan suhu tubuh.

Beberapa karakteristik demam setelah imunisasi campak antara lain:

  • Demam biasanya muncul beberapa hari setelah vaksin diberikan
  • Suhu tubuh meningkat ringan hingga sedang
  • Demam umumnya berlangsung dalam waktu singkat
  • Kondisi biasanya membaik dengan sendirinya

Komplikasi Lain Setelah Imunisasi Campak

Selain demam, biasanya efek imunisasi campak juga menunjukkan beberapa tanda komplikasi. Berikut beberapa komplikasi ringan yang dapat muncul setelah imunisasi campak.

  • Setelah imunisasi campak dilakukan, anak dapat merasakan nyeri di area bekas suntikan. Nyeri ini biasanya akan berkurang dengan sendirinya dalam waktu singkat.
  • Ruam kemerahan juga muncul sebagai respons tubuh terhadap vaksin yang diberikan. Kondisi tersebut umumnya tidak berbahaya dan akan hilang dalam waktu sekitar tiga hingga empat hari.
  • Reaksi lain yang mungkin muncul setelah imunisasi campak adalah sakit kepala. Bayi atau balita yang belum dapat mengungkapkan keluhan mungkin akan menangis lebih sering.
  • Setelah imunisasi, sebagian anak dapat mengalami penurunan nafsu makan atau menolak minum susu. .

Cara Mengatasi Demam Setelah Imunisasi Campak

tanaman herbal obat campak (unsplash.com)

 

Demam setelah imunisasi umumnya dapat ditangani dengan perawatan sederhana di rumah. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Mengompres anak dengan air hangat
  • Memberikan cairan yang cukup untuk mencegah dehidrasi
  • Mengenakan pakaian yang nyaman dan tidak terlalu tebal
  • Memberikan obat penurun demam sesuai anjuran dokter

Perawatan tersebut dapat membantu membuat anak merasa lebih nyaman selama tubuhnya membentuk perlindungan terhadap virus campak.

Kapan Anak Perlu Dibawa ke Dokter?

Walaupun demam setelah imunisasi termasuk reaksi normal, kondisi tertentu tetap perlu diwaspadai. Pemeriksaan medis diperlukan jika gejala yang muncul tidak kunjung membaik atau semakin berat.

Segera periksakan anak ke fasilitas kesehatan apabila mengalami:

  • Demam tinggi yang tidak turun
  • Kejang
  • Reaksi alergi seperti sesak napas
  • Anak tampak sangat lemas

Mengapa Imunisasi Campak Penting?

Imunisasi campak massal di Bali (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/bar)

 

Vaksin campak diberikan untuk merangsang sistem kekebalan tubuh agar mampu mengenali dan melawan virus penyebab campak.

Bayi baru lahir sebenarnya sudah memiliki kekebalan alami dari ibu ketika masih berada di dalam kandungan. Namun, perlindungan tersebut hanya bertahan selama beberapa minggu atau bulan setelah lahir. Oleh karena itu, imunisasi tambahan diperlukan agar tubuh anak dapat membentuk antibodi secara mandiri.

Pemberian imunisasi campak juga termasuk dalam program imunisasi dasar yang diwajibkan di Indonesia. Jadwal pemberiannya dilakukan secara bertahap agar perlindungan terhadap penyakit dapat terbentuk secara optimal.

Jadwal imunisasi campak umumnya meliputi:

  • Dosis pertama saat anak berusia 9 bulan
  • Dosis kedua saat anak berusia 15–18 bulan
  • Dosis ketiga saat anak berusia 5–7 tahun

Selain diberikan kepada anak-anak, imunisasi campak juga dapat diberikan kepada remaja maupun orang dewasa yang belum memiliki kekebalan terhadap virus tersebut.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.