Apa Itu IGRS? Rating Game Indonesia yang Jadi Sorotan

Steam
Apa Itu IGRS?
Penulis: Tifani
Editor: Safrezi
6/4/2026, 16.47 WIB

Indonesia Game Rating System (IGRS) tengah menjadi sorotan di media sosial. Pengguna media sosial, terutama para gamer Indonesia, menemukan sejumlah kejanggalan pada label IGRS di platform Steam.

Penerapan batas usia menurut IGRS dinilai tidak sesuai dengan isi game. Bahkan IGRS disebut tidak selaras dengan rating resmi gim luar negeri seperti pada platform Steam.

Di etalase Steam, pengguna media sosial menemukan sejumlah gim dengan konten dewasa justru diberi rating 3+, yang artinya cocok untuk anak usia tiga tahun ke atas. Sementara sejumlah game AAA populer peraih penghargaan seperti Clair Obscure: Expedition 33 dan Metal Gear Solid Delta: Snake Eater malah diberi label "tidak layak untuk didistribusikan di Indonesia".

Lantas, apa itu IGRS dan bagaimana dampaknya? Berikut ulasan lengkap mengenai IGRS.

Apa Itu IGRS?

IGRS (DINAS KOMINFO KAB. KUBU RAYA)

Indonesia Game Rating System atau IGRS merupakan sistem klasifikasi usia untuk permainan digital di Indonesia. Sistem yang digagas oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dengan tujuan memberikan informasi kepada masyarakat mengenai konten dalam gim sehingga pemain, khususnya anak-anak, dapat memainkan game yang sesuai dengan usia mereka.

Melansir laman resmi Komdigi, sistem IGRS pertama kali diluncurkan pada 2016 dalam acara BEKRAF Game Prime. Sistem ini merupakan implementasi dari Peraturan Menteri Kominfo Nomor 11 Tahun 2016 tentang Klasifikasi Permainan Interaktif Elektronik.

Komdigi memperkenalkan kembali IGRS sebagai bagian dari kebijakan dari kebijakan pemerintah yang memperkuat implementasi Peraturan Pemerintah (PP) TUNAS Nomor 17 Tahun 2025, yaitu tata kelola berbasis risiko bagi penyelenggara sistem elektronik yang menekankan aspek privasi, keamanan data, dan literasi digital keluarga. IGRS diterapkan secara gratis bagi pengembang gim nasional untuk memastikan regulasi menjadi jembatan yang mempermudah, bukan menghambat.

Sistem IGRS membagi game berdasarkan konten seperti kekerasan, bahasa, unsur seksual, horor, hingga simulasi perjudian. Penilaian tersebut kemudian digunakan untuk menentukan kategori usia pemain yang diperbolehkan memainkan game tersebut.

Kategori usia dalam sistem IGRS antara lain semua usia, 3+. 7+, 13+, dan 18+. Berikut klasifikasi game menurut IGRS Komdigi:

  • 3+ (Tiga Tahun Ke Atas)

Konten aman, tidak ada kekerasan, tidak ada kata kasar, dan tidak ada unsur dewasa.

  • 7+ (Tujuh Tahun Ke Atas)

Dapat mengandung kekerasan ringan (animasi/fantasi), namun tidak menyerupai kekerasan nyata.

  • 13+ (Tiga Belas Tahun Ke Atas)

Dapat mengandung kekerasan moderat, penggunaan bahasa yang sedikit kasar, dan unsur romansa ringan.

  • 15+ (Lima Belas Tahun Ke Atas)

Dapat mengandung kekerasan yang lebih intens, penggunaan alkohol/rokok dalam konteks cerita, dan bahasa yang lebih tajam.

  • 18+ (Dewasa)

Konten dewasa, kekerasan realistis, penggunaan narkotika, atau unsur perjudian.

Tujuan dan Fungsi IGRS

IGRS hadir sebagai bentuk pengawasan pemerintah terhadap industri gim digital. Beberapa tujuan utamanya antara lain:

  • Melindungi anak-anak dari konten negatif seperti kekerasan, perjudian, atau unsur dewasa
  • Memberikan panduan bagi orang tua dalam memilih gim yang aman
  • Menyesuaikan konten gim dengan norma budaya Indonesia
  • Meningkatkan literasi digital masyarakat, khususnya dalam penggunaan game

Dampak IGRS Terhadap Game di Steam

Steam adalah layanan digital permainan video yang dibuat oleh Valve Corporation untuk melayani sebagai distributor game PC. Platform ini menampung ribuan game, termasuk konten yang juga diunduh atau DLC dan fitur buatan pengguna yang disebut mod dari pengembang besar dan perancang game indie.

Steam gratis untuk diunduh dan digunakan, tapi banyak game yang tersedia berbayar. Beberapa game gratis untuk dimainkan atau harganya hanya 1 dolar AS, tapi rilis baru dari pengembang terbesar dan terbaik harganya bisa mencapai 70 dolar AS.

Sebelumnya, Steam menyediakan filter usia (parental controls) dan developer wajib mengisi detail konten sebelum game tayang. Namun, Steam belum secara langsung mengintegrasikan IGRS secara otomatis di semua game.

Artinya, game di Steam tetap bisa diakses di Indonesia meskipun belum memiliki label IGRS. Tetapi untuk distribusi resmi dan kepatuhan regulasi Indonesia, penerbit game tetap didorong menggunakan IGRS.

Komdigi Minta Klarifikasi Steam soal Rating IGRS

Komdigi akan meminta klarifikasi resmi dari Steam menyusul polemik sistem rating game yang dinilai janggal di platform tersebut. Komdigi melalui akun Instagram resminya memberikan penjelasan bahwa pihaknya akan segera meminta klarifikasi resmi dari Steam terkait sistem rating yang ditampilkan.

Menurut Komdigi, sistem rating yang muncul di Steam saat ini masih mengandalkan mekanisme internal berbasis self-declare, sehingga belum melalui proses verifikasi dari pemerintah Indonesia. Komdigi juga mengingatkan bahwa setiap pelaku usaha digital wajib menyajikan informasi yang akurat, jelas, dan tidak menyesatkan, terutama dalam hal perlindungan pengguna, termasuk anak-anak.

Ketentuan ini diatur dalam sejumlah regulasi, antara lain Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang perubahan UU ITE, Permen Kominfo Nomor 2 Tahun 2024 tentang Klasifikasi Gim, serta Permen Kominfo Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penyelenggara Sistem Elektronik Lingkup Privat.

Demikian ulasan lengkap mengenai apa itu IGRS dan dampaknya di platform Stream.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.