Kenaikan harga berbagai produk plastik belakangan ini turut menjadi perhatian publik. Kondisi tersebut dipicu oleh terganggunya impor bahan baku plastik akibat Konflik Timur Tengah antara Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran.

Bagi Indonesia, kondisi tersebut terasa lebih signifikan karena sebagian bahan baku plastik masih bergantung pada impor.

Ketika pasokan global terbatas dan biaya logistik meningkat, harga plastik di dalam negeri ikut terdorong naik sehingga memengaruhi biaya produksi berbagai produk, mulai dari kemasan makanan hingga kebutuhan industri.

Plastik sendiri merupakan produk kimia berbahan polimer sintetis yang banyak digunakan karena murah, mudah didapat, dan praktis.

Dosen Teknologi Laboratorium Medik (TLM) Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Baterun Kunsah, menjelaskan bahwa masyarakat perlu memahami perbedaan jenis plastik yang digunakan untuk kemasan makanan dan kebutuhan lainnya.

Hal ini penting karena setiap plastik memiliki karakteristik bahan baku dan proses produksi yang berbeda. 

Lantas, apa saja jenis plastik dan kegunaannya? Berikut di bawah ini penjelasan lengkapnya.

Jenis dan Kegunaan Plastik

Mengutip laman resmi Umsura, Kunsah memaparkan beberapa jenis plastik yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari sebagai berikut ini.

Harga Produk Plastik Meningkat, Berikut Jenis dan Kegunaannya (ANTARA FOTO/Andri Saputra/hm)

1. Polyethylene Terephthalate (PET atau PETE)

  • Biasanya digunakan pada botol air mineral, botol jus, dan berbagai botol minuman transparan lainnya.
  • Botol jenis ini sebenarnya direkomendasikan hanya untuk sekali pakai.
  • Jika digunakan berulang kali, lapisan polimernya dapat terurai dan berpotensi bersifat karsinogenik jika terakumulasi dalam tubuh.

2. Low Density Polyethylene (LDPE)

  • Umumnya digunakan pada plastik kemasan makanan atau botol yang lebih fleksibel.
  • Plastik ini relatif aman untuk makanan karena sulit bereaksi secara kimiawi dengan bahan yang dikemas, meskipun tetap sulit terurai di lingkungan.

3. Polystyrene (PS)

  • Sering ditemukan pada wadah makanan styrofoam, gelas sekali pakai, karton telur, hingga peralatan dapur plastik.
  • Plastik jenis ini berpotensi melepaskan zat styrene ketika bersentuhan dengan makanan, terutama makanan panas.
  • Zat tersebut berbahaya bagi kesehatan karena dapat memengaruhi fungsi otak, mengganggu hormon estrogen pada wanita, serta berdampak pada sistem saraf.
  • Polystyrene juga sulit didaur ulang dan jika dibakar akan menghasilkan api berwarna kuning jingga serta meninggalkan jelaga yang berbahaya bagi lingkungan.

4. Polycarbonate (PC)

  • Plastik ini sering digunakan pada botol minum olahraga, galon air, hingga botol susu bayi.
  • Kunsah menjelaskan bahwa ketika plastik jenis ini dipanaskan, terdapat kemungkinan zat bisphenol-A (BPA) keluar dan bercampur dengan makanan atau minuman.
  • Zat ini diketahui dapat mengganggu sistem hormon dan memengaruhi sistem kekebalan tubuh.

Alternatif Kemasan Makanan Non-Plastik untuk UMKM

Meskipun demikian,  Kusnah juga menerangkan bahwa penggunaan plastik yang berlebihan menyimpan risiko bagi kesehatan yang kerap kurang disadari masyarakat.

Untuk mengurangi risiko paparan bahan berbahaya dari plastik, Kunsah mengimbau masyarakat agar mulai mengurangi penggunaan kemasan plastik dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu cara yang bisa dilakukan yaitu dengan menggunakan kemasan makanan non-plastik.

Berikut beberapa alternatif kemasan makanan non-plastik yang bisa dipertimbangkan:

1. Paper Lunch Box

Keunggulan:

  • Tahan minyak dan cukup kuat
  • Cocok untuk makanan siap saji
  • Mudah didesain untuk branding

Kisaran Harga: Rp1.500-Rp3.000 per pcs

2. Besek Bambu

Keunggulan:

  • Reusable dan kuat
  • Memberikan kesan tradisional dan premium
  • Cocok untuk hampers atau makanan khas

Kisaran Harga: Rp2.500-Rp3.000 per pcs

3. Kertas Kraft

Keunggulan:

  • Mudah ditemukan
  • Fleksibel untuk berbagai produk (kopi, snack, bumbu)
  • Bisa dicetak logo langsung

Kisaran Harga: Rp500-Rp2.000 tergantung ukuran

4. Daun Pisang

Keunggulan:

  • Biaya sangat rendah
  • Food-grade dan aman
  • Memberikan aroma khas pada makanan

Kisaran Harga: Sangat murah, bahkan bisa gratis jika tersedia lokal

5. Kemasan Berbasis Singkong

Keunggulan:

  • Biodegradable (mudah terurai)
  • Ramah lingkungan
  • Cocok untuk makanan ringan hingga frozen-food

Kisaran Harga: Mulai Rp2.000-Rp5.000 per pcs

6. Ampas Tebu (Bagasse)

Keunggulan:

  • Tahan panas dan anti bocor
  • Aman untuk microwave
  • Memanfaatkan limbah industri

Kisaran Harga: Rp1.500-Rp4.000 per pcs

7. Kemasan Berbasis Serat (Pulp/Bambu)

Keunggulan:

  • Kuat dan tahan lama
  • Tampilan lebih modern dan eco-friendly
  • Cocok untuk berbagai jenis makanan

Kisaran Harga: Rp2.000-Rp5.000 per pcs

Demikian informasi mengenai jenis dan kegunaan plastik beserta informasi lainnya yang bisa disimak.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.