Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas) memastikan belum terjadi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di tengah seretnya pasokan bahan baku.
Krisis energi global dinilai menjadi momentum strategis bagi pemerintah untuk mempercepat diversifikasi bahan baku industri petrokimia dalam negeri guna memperkuat kemandirian nasional.
Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas) mengingatkan pemerintah agar berhati-hati dalam mengatur kebijakan pembebasan bea masuk impor biji plastik dan LPG nor persen.
Industri kemasan menilai wacana kebijakan pembebasan bea masuk impor LPG dan biji plastik menjadi 0% belum mampu menyelesaikan masalah terbatasnya pasokan plastik.
Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas) meyakini kebijakan pembebasan bea masuk impor LPG menjadi 0% dapat membantu menstabilkan produksi industri plastik nasional.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Inaplas, Fajar Budiono, mengatakan pelaku industri hilir atau konverter plastik didorong melakukan inovasi seperti saat krisis 1998 dan 2008.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperingatkan potensi kenaikan harga beras dan gula akibat gangguan pasokan dan kenaikan harga bahan baku kemasan plastik turunan minyak bumi.
Saat ini terdapat 749 perusahaan daur ulang plastik dengan kapasitas terpasang sekitar 3,16 juta ton per tahun, namun tingkat utilisasinya baru mencapai 48%.
Perubahan perilaku konsumen yang semakin peduli terhadap isu keberlanjutan membuka peluang bagi pelaku usaha untuk beralih dari kemasan plastik ke kemasan alternatif.