Kalender hijriah Juni 2026 merupakan informasi penting bagi umat Islam sebagai panduan dalam menjalankan berbagai ibadah. Kalender hijriah atau kalender Islam memiliki sistem penanggalan yang berbeda dengan kalender Masehi.
Kalender hijriah Juni 2026 mengacu pada peredaran bulan terhadap bumi, sedangkan kalender Masehi mengacu pada pergerakan matahari. Perbedaan tersebut membuat tanggal dan bulan dalam kalender Islam tidak selalu sejajar dengan kalender Masehi.
Oleh karena itu, kalender hijriah Juni 2026 dapat membantu umat Muslim dalam merencanakan ibadah wajib dan sunnah. Terlebih pada Juni 2026 nanti, umat Islam akan mulai memasuki bulan Muharram.
Berikut rincian kalender Islam Juni 2026 lengkap beserta jadwal puasa sunnah dan amalan bulan Muahraam.
Kalender Hijriah Juni 2026
Menurut laman Kementerian Agama (Kemenag) RI, bulan Juni 2026 bertepatan dengan dua bulan Hijriyah yakni Zulhijjah dan Muharram. Secara lebih lengkap berikut kalender hijriah Juni 2026.
- 1 Juni 2026-Senin Wage-15 Zulhijjah 1447 Hijriah
- 2 Juni 2026-Selasa Kliwon-16 Zulhijjah 1447 Hijriah
- 3 Juni 2026-Rabu Legi-17 Zulhijjah 1447 Hijriah
- 4 Juni 2026-Kamis Pahing-18 Zulhijjah 1447 Hijriah
- 5 Juni 2026-Jumat Pon-19 Zulhijjah 1447 Hijriah
- 6 Juni 2026-Sabtu Wage-20 Zulhijjah 1447 Hijriah
- 7 Juni 2026-Minggu Kliwon-21 Zulhijjah 1447 Hijriah
- 8 Juni 2026-Senin Legi-22 Zulhijjah 1447 Hijriah
- 9 Juni 2026-Selasa Pahing-23 Zulhijjah 1447 Hijriah
- 10 Juni 2026-Rabu Pon-24 Zulhijjah 1447 Hijriah
- 11 Juni 2026-Kamis Wage-25 Zulhijjah 1447 Hijriah
- 12 Juni 2026-Jumat Kliwon-26 Zulhijjah 1447 Hijriah
- 13 Juni 2026-Sabtu Legi-27 Zulhijjah 1447 Hijriah
- 14 Juni 2026-Minggu Pahing-28 Zulhijjah 1447 Hijriah
- 15 Juni 2026-Senin Pon-29 Zulhijjah 1447 Hijriah
- 16 Juni 2026-Selasa Wage-1 Muharram 1448 Hijriah
- 17 Juni 2026-Rabu Kliwon-2 Muharram 1448 Hijriah
- 18 Juni 2026-Kamis Legi-3 Muharram 1448 Hijriah
- 19 Juni 2026-Jumat Pahing-4 Muharram 1448 Hijriah
- 20 Juni 2026-Sabtu Pon-5 Muharram 1448 Hijriah
- 21 Juni 2026-Minggu Wage-6 Muharram 1448 Hijriah
- 22 Juni 2026-Senin Kliwon-7 Muharram 1448 Hijriah
- 23 Juni 2026-Selasa Legi-8 Muharram 1448 Hijriah
- 24 Juni 2026-Rabu Pahing-9 Muharram 1448 Hijriah
- 25 Juni 2026-Kamis Pon-10 Muharram 1448 Hijriah
- 26 Juni 2026-Jumat Wage-11 Muharram 1448 Hijriah
- 27 Juni 2026-Sabtu Kliwon-12 Muharram 1448 Hijriah
- 28 Juni 2026-Minggu Legi-13 Muharram 1448 Hijriah
- 29 Juni 2026-Senin Pahing-14 Muharram 1448 Hijriah
- 30 Juni 2026-Selasa Pon-15 Muharram 1448 Hijriah
Jadwal Puasa Sunnah Juni 2026
Selama bulan Juni 2026, umat Islam bisa menjalankan berbagai puasa sunnah seperti puasa Senin-Kamis, puasa Ayyamul Bidh
- Senin, 1 Juni 2026: Puasa Ayyamul Bidh atau Puasa Sunnah Senin
- Selasa, 2 Juni 2026: Puasa Ayyamul Bidh
- Rabu, 3 Juni 2026: Puasa Ayyamul Bidh
- Kamis, 4 Juni 2026: Puasa Sunnah Kamis
- Senin, 8 Juni 2026: Puasa Sunnah Senin
- Kamis, 11 Juni 2026: Puasa Sunnah Kamis
- Senin, 15 Juni 2026: Puasa Sunnah Senin
- Kamis, 18 Juni 2026: Puasa Sunnah Kamis
- Senin, 22 Juni 2026: Puasa Sunnah Senin
- Rabu, 24 Juni 2026: Puasa Tasua (9 Muharam)
- Kamis, 25 Juni 2026: Puasa Tasua (9 Muharam) atau Puasa Sunnah Kamis
- Minggu, 28 Juni 2026: Puasa Ayyamul Bidh
- Senin, 29 Juni 2026: Puasa Ayyamul Bidh atau Puasa Sunnah Senin
- Selasa, 30 Juni 2026: Puasa Ayyamul Bidh
Keutamaan dan Amalan Bulan Muharram
Berikut keutamaan dan amalan yang dapat dilakukan pada bulan Muharram:
1. Termasuk Bulan yang Mulia
Di dalam Islam, terdapat 4 bulan yang sangat mulia, yang disebut sebagai bulan haram atau asyhurul hurum, yang salah satunya adalah Muharram. Selain Muharram, bulan lainnya yaitu Dzulhijjah, Rajab, dan Dzulqa’dah.
Pada bulan-bulan ini, umat Islam dilarang melakukan peperangan dan diperintahkan untuk melakukan amalan baik. Hal ini tertuang dalam Alquran surat At-Taubah ayat 36, yang artinya:
“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah 12 bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (QS. At Taubah : 36).
2. Terdapat Hari Asyura
Hari Asyura adalah hari yang sangat penting dalam sejarah Islam karena terdapat banyak peristiwa besar yang terjadi. Asyura jatuh pada tanggal 10 Muharram ini menjadikan bulan Muharram sebagai bulan yang istimewa.
Oleh karena itulah, umat Islam disunahkan untuk menjalani puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram. Tak hanya itu, umat Islam juga disunnahkan menjalani puasa sehari sebelumnya yang disebut puasa Tasu’a pada tanggal 9 Muharram.
3. Puasa Terbaik Setelah Bulan Ramadan
Ada waktu-waktu terbaik yang dianjurkan untuk menjalani ibadah puasa, salah satunya di bulan Muharram. Bahkan, Rasulullah telah bersabda bahwa puasa di bulan Muharram adalah ibadah puasa terbaik setelah bulan Ramadhan
“Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadan adalah puasa pada bulan Allah (Muharram), dan salat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim no. 1163, dari Abu Hurairah)
4. Dilipatgandakan Pahala
Pahala dari ibadah yang dilakukan selama bulan Ramadan akan dilipatgandakan oleh Allah. Hal tersebut telah disampaikan di dalam sebuah hadis, sebagai berikut:
"Sesungguhnya darah, harta, dan kehormatan semua haram (mulia) atas kalian seperti mulianya hari ini, di negeri ini, dan di bulan ini. Dan sesungguhnya kalian akan menghadap Tuhanmu sekalian dan Dia akan bertanya kepada kalian tentang amal perbuatkan kalian," (HR. Bukhari dan Muslim).
5. Perhitungan Dosa juga Dilipatgandakan
Tidak hanya pahala yang akan dilipatgandakan, dosa yang dilakukan ketika bulan Muharram juga akan berlipat ganda. Artinya, dosa yang dilakukan sekecil apapun akan memiliki timbangan yang berat.
Dalam kitab tafsir Ibnu Katsir dijelaskan sebagai berikut:
“Allah SWT mengkhususkan empat bulan haram dari 12 bulan yang ada, bahkan menjadikannya mulia dan istimewa, juga melipatgandakan perbuatan dosa disamping melipatgandakan perbuatan baik.”