Road to Pagelaran Sabang Merauke 2026 Libatkan Generasi Muda Seluruh Indonesia
Pagelaran Sabang Merauke kembali menggandeng generasi muda untuk terlibat dalam pelestarian budaya Indonesia melalui rangkaian Road to Pagelaran Sabang Merauke 2026. Tahun ini, penyelenggara menghadirkan kompetisi tari nasional, audisi penari, hingga parade budaya sebagai ruang bagi talenta dari berbagai daerah untuk menunjukkan kemampuan sekaligus berkolaborasi.
Diselenggarakan oleh iForte, program ini menjadi bagian dari persiapan menuju pertunjukan utama Pagelaran Sabang Merauke – Hanya Indonesia yang Punya. Sejak pertama kali digelar pada 2022, ajang tersebut terus berkembang dengan melibatkan semakin banyak peserta dari berbagai wilayah Indonesia.
Rangkaian kegiatan tahun ini berlangsung pada 25–26 April 2026 dan terdiri atas tiga agenda utama, yakni Grand Final iForte National Dance Competition "Inspirasi Diri", Grand Final The Audition Pagelaran Sabang Merauke, serta Parade Inspirasi Diri. Ketiga kegiatan tersebut dirancang untuk membuka kesempatan bagi generasi muda berpartisipasi sebagai penari maupun kreator seni.
President Director & CEO iForte Aming Santoso mengatakan besarnya minat generasi muda terhadap budaya Indonesia perlu diimbangi dengan penyediaan ruang yang tepat untuk berekspresi.
"Dengan melihat besarnya minat generasi muda terhadap budaya Indonesia yang perlu difasilitasi melalui wadah yang tepat. Ia menambahkan bahwa penting untuk mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, agar semakin mengenal, mencintai, dan merasa memiliki budaya Indonesia," ujarnya dalam konferensi pers di Main Atrium Grand Indonesia East Mall, Jakarta, Jumat (25/4).
Apresiasi juga datang dari Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar. Menurutnya, konsistensi penyelenggaraan Pagelaran Sabang Merauke menjadi salah satu upaya menjaga keberlanjutan budaya Indonesia.
"Saya sangat mengapresiasi konsistensi Pagelaran Sabang Merauke yang terus hadir sebagai ruang pelestarian budaya Indonesia. Saya sangat tersentuh ketika menyaksikan Pagelaran Sabang Merauke pada tahun lalu karena menampilkan semangat kebangsaan yang kuat," ungkap Irene.
Diikuti Ratusan Grup Tari dari Seluruh Indonesia
Salah satu rangkaian utama tahun ini adalah iForte National Dance Competition Inspirasi Diri yang ditujukan bagi pelajar SMA/K dan mahasiswa. Kompetisi tersebut diikuti 710 grup tari dari 227 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia.
Seluruh peserta menggunakan lagu bertema "Inspirasi Diri" sebagai dasar koreografi. Meski menggunakan lagu yang sama, setiap kelompok menghadirkan interpretasi berbeda melalui konsep, gerak, hingga pendekatan visual.
Grand final kompetisi digelar pada 25 April 2026 di Grand Indonesia dengan menghadirkan 30 grup terbaik hasil seleksi dari 13 kota, yaitu Yogyakarta, Jember, Surabaya, Batam, Makassar, Balikpapan, Jakarta, Semarang, Pekanbaru, Palembang, Medan, Padang, dan Bandung.
Kompetisi tersebut dinilai oleh Cinta Laura Kiehl, Harashta Zahra, Rusmedie Agus, Dian Bokir, dan Pulung Jati.
Vice President Director & Deputy CEO iForte sekaligus Executive Producer Pagelaran Sabang Merauke, Silvi Liswanda mengatakan lagu "Inspirasi Diri" menjadi benang merah yang menyatukan beragam ekspresi para peserta.
"Lagu 'Inspirasi Diri' dikemas sebagai benang merah yang menjadi titik temu, kemudian diinterpretasikan secara luar biasa oleh para peserta dan pelaku seni melalui tarian yang dibawakan dengan sepenuh hati dalam tema Nusantara, sehingga menjadikan lagu ini terasa semakin hidup," jelasnya.
Audisi Penari Jaring Talenta dari 84 Kota
Selain kompetisi tari, penyelenggara juga menggelar The Audition Pagelaran Sabang Merauke yang menjadi jalur seleksi penari untuk pertunjukan utama.
Tahun ini audisi diikuti 676 peserta dari 84 kota dan kabupaten yang menjalani proses seleksi secara daring maupun luring. Dari jumlah tersebut, terpilih 50 finalis yang tampil pada babak akhir di Grand Indonesia pada 26 April 2026.
Mereka dinilai oleh Raisa Andriana, Giok Hartono, Rusmedie Agus, Sandhidea Cahyo, dan Pulung Jati. Selanjutnya, sebanyak 27 penari terbaik akan mengikuti pelatihan intensif selama tiga bulan di Yogyakarta sebelum bergabung dalam produksi Pagelaran Sabang Merauke.
Sutradara Pagelaran Sabang Merauke Rusmedie Agus mengatakan proses seleksi tidak hanya menilai kemampuan teknis peserta, tetapi juga pemahaman terhadap musik, konsep pertunjukan, hingga penyampaian pesan di atas panggung.
"Melihat besarnya antusiasme tahun ini, proses kurasi kami lakukan secara berlapis dengan fokus tidak hanya pada aspek teknis, tetapi juga pada pemahaman musik, kekuatan konsep, hingga cara peserta menyampaikan pesan di atas panggung. para peserta terpilih bukan hanya unggul dalam ajang kompetisi, tapi juga siap untuk memberikan performa terbaiknya sebagai pelaku seni untuk Pagelaran Sabang Merauke nanti."
Sementara itu, Koreografer Pagelaran Sabang Merauke Sandhidea Cahyo menilai meningkatnya minat penari dari berbagai daerah menjadi tantangan tersendiri dalam menyatukan keberagaman tersebut ke dalam satu pertunjukan.
"Semakin tahun antusiasme para penari dari seluruh Indonesia terus meningkat, menghadirkan rasa haru sekaligus kebanggaan bagi kami. Namun di sisi lain, hal ini juga menjadi tantangan tersendiri bagi kami untuk mampu mengharmonisasikan beragam perbedaan tersebut ke dalam satu kesatuan yang utuh," ujarnya.
Parade Budaya di Car Free Day Jakarta
Rangkaian Road to Pagelaran Sabang Merauke ditutup melalui Parade Inspirasi Diri yang berlangsung pada 26 April 2026 di kawasan Car Free Day Jakarta, mulai dari Bundaran HI hingga Menara BCA.
Parade melibatkan 143 penari dari 30 grup finalis iForte National Dance Competition bersama 50 finalis The Audition. Selain pertunjukan tari, parade juga menghadirkan kolaborasi lintas seni bersama Jakarta Concert Orchestra, Batavia Madrigal Singers, The Resonanz Children's Choir, penyanyi Christine Tambunan, Alsant Nababan, Gabriel Harvianto, Nino Prabowo, Barongsai Kong Ha Hong, Marching Band Gita Handayani, hingga Jember Fashion Carnaval.
Penyanyi Yura Yunita, yang membawakan lagu tema "Inspirasi Diri", menilai musik menjadi medium yang efektif untuk mendekatkan generasi muda dengan budaya.
"Menurut saya, musik itu jadi pintu masuk yang paling natural. Begitu orang sudah merasa terhubung dengan musiknya, biasanya mereka jadi lebih terbuka untuk mengeksplorasi hal lain di dalamnya, termasuk budaya."
Ia menambahkan bahwa kolaborasi musik dengan tari dan visual membuat masyarakat mengalami budaya secara langsung.
"Di rangkaian Road to Pagelaran Sabang Merauke ini, musik tidak berdiri sendiri, tapi diterjemahkan ke dalam gerak, visual, dan ekspresi. Jadi pendekatannya bukan mengajarkan budaya secara langsung, tapi membuat mereka mengalami dan merasakannya, dari situ koneksinya terbentuk dengan lebih organik."
Hal senada disampaikan penyanyi Raisa Andriana, yang juga menjadi juri The Audition. "Dalam semua bentuk seni, kita bisa sama-sama merasakan jiwanya. Jadi meskipun bentuknya berbeda, rasa itu tetap bisa tersampaikan dan dirasakan lewat tarian yang mereka bawakan," ulas Raisa.