Peringatan Dini BMKG: 12-13 Agustus Ada Hujan dan Angin Kencang di Wilayah Ini

ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/rwa.
Peringatan Dini BMKG
Penulis: Izzul Millati
Editor: Safrezi
12/8/2026, 11.11 WIB

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk sejumlah wilayah Indonesia pada 12-13 Agustus 2026, dilansir Kompas. Potensi cuaca signifikan tersebut berupa hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat serta angin kencang di sejumlah daerah.

Peringatan tersebut perlu diperhatikan karena hujan lebat dan angin kencang dapat mengganggu aktivitas masyarakat. Dampaknya antara lain genangan, banjir, pohon tumbang, gangguan perjalanan, hingga gangguan aktivitas di wilayah pesisir dan perairan.

Informasi peringatan dini BMKG merupakan hasil pemantauan dan analisis kondisi atmosfer. Karena sifat cuaca yang dapat berubah dalam waktu singkat, wilayah yang masuk dalam peringatan bukan berarti akan mengalami cuaca ekstrem sepanjang hari. Masyarakat tetap perlu mengikuti pembaruan informasi dari BMKG.

Peringatan Dini BMKG pada 12 Agustus 2026

Pada Rabu, 12 Agustus 2026, BMKG memperingatkan potensi hujan sedang hingga lebat di sejumlah wilayah serta potensi angin kencang di beberapa daerah lainnya.

Wilayah yang mendapat peringatan tersebar di Sumatera, Jawa, dan Sulawesi. Perbedaan jenis ancaman menunjukkan bahwa kondisi cuaca yang perlu diwaspadai tidak hanya berupa hujan, tetapi juga angin kencang.

Berdasarkan informasi yang dikutip dari peringatan BMKG, wilayah yang perlu mewaspadai kondisi tersebut pada 12 Agustus meliputi:

  • Aceh, berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat.

  • Sumatera Utara, berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat.

  • Sulawesi Tengah, berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat.

  • Banten, berpotensi mengalami angin kencang.

  • Jawa Barat, berpotensi mengalami angin kencang.

  • Lampung, berpotensi mengalami angin kencang.

  • Sulawesi Selatan, berpotensi mengalami angin kencang.

  • Sulawesi Utara, berpotensi mengalami angin kencang.

Daftar tersebut menunjukkan potensi cuaca signifikan pada 12 Agustus tidak terkonsentrasi di satu kawasan. Masyarakat di wilayah yang masuk peringatan perlu memperhatikan perkembangan cuaca setempat, terutama ketika melakukan perjalanan atau aktivitas di luar ruangan.

Peringatan Dini BMKG pada 13 Agustus 2026

Peringatan cuaca berlanjut pada Kamis, 13 Agustus 2026. Namun, wilayah yang masuk dalam peringatan mengalami perubahan dibandingkan sehari sebelumnya.Pada tanggal tersebut, sejumlah daerah berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat. 

Wilayah yang perlu mewaspadai kondisi tersebut pada 13 Agustus meliputi:

  • Aceh, berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat.

  • Jambi, berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat.

  • Papua Pegunungan, berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat.

  • Sumatera Utara, berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat.

  • Sumatera Barat, berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat.

  • Bali, berpotensi mengalami angin kencang.

  • Lampung, berpotensi mengalami angin kencang.

  • Nusa Tenggara Timur, berpotensi mengalami angin kencang.

  • Sulawesi Selatan, berpotensi mengalami angin kencang.

  • Sulawesi Utara, berpotensi mengalami angin kencang.

Perubahan daftar wilayah dari 12 ke 13 Agustus menunjukkan bahwa peringatan dini merupakan informasi yang bersifat dinamis. Karena itu, masyarakat tidak sebaiknya menganggap wilayah yang tidak tercantum dalam satu periode otomatis bebas dari potensi cuaca buruk pada periode berikutnya.

Mengapa Hujan Lebat dan Angin Kencang Perlu Diwaspadai?

Peringatan dini BMKG dikeluarkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat sebelum potensi cuaca terjadi. Hujan lebat yang turun dalam waktu relatif singkat dapat meningkatkan risiko genangan dan banjir, terutama di daerah yang memiliki drainase terbatas atau berada di sekitar aliran sungai.

Sementara itu, angin kencang dapat menimbulkan risiko berbeda. Pohon atau bangunan dengan kondisi tertentu dapat mengalami kerusakan ketika diterpa angin dengan kecepatan tinggi. Kondisi tersebut juga dapat mengganggu lalu lintas apabila terdapat pohon atau material yang jatuh ke jalan.

Masyarakat yang berada di wilayah dengan potensi angin kencang perlu menghindari berteduh di bawah pohon. Ketika hujan disertai petir, aktivitas di ruang terbuka juga sebaiknya dikurangi.

Pengendara kendaraan bermotor perlu menyesuaikan kecepatan dengan kondisi jalan ketika hujan deras terjadi. Jarak pandang dapat berkurang sehingga risiko kecelakaan meningkat apabila kendaraan tetap melaju dengan kecepatan tinggi.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.