Abu vulkanik membahayakan pesawat karena partikel halus yang dihasilkan dari erupsi gunung api dapat masuk ke mesin jet, merusak komponen, hingga menyebabkan mesin kehilangan tenaga. Risikonya dapat berdampak pada mesin pesawat, kaca kokpit, sensor, sistem pesawat, dan keselamatan penerbangan secara keseluruhan.
Lantas, kenapa abu vulkanik berbahaya bagi pesawat? Abu gunung berapi bukan sekadar debu biasa. Material ini dapat mengandung partikel batuan dan kaca vulkanik yang keras serta abrasif. Ketika pesawat melintasi awan abu vulkanik, partikel tersebut dapat terhisap ke dalam mesin dan menghadirkan sejumlah risiko serius.
Kenapa Abu Vulkanik Bisa Membahayakan Pesawat?
Bahaya abu vulkanik bagi pesawat terutama berasal dari sifat partikelnya yang keras, abrasif, dan dapat meleleh pada suhu tinggi. Jika masuk ke mesin jet, abu dapat mengikis komponen seperti bilah kompresor atau menempel pada turbin mesin pesawat.
Kondisi tersebut dapat mengganggu pembakaran dan aliran udara di dalam mesin. Dalam situasi tertentu, mesin dapat mengalami stall, surge, hingga flameout atau kehilangan tenaga. Karena itu, mengapa pesawat tidak boleh terbang melewati abu vulkanik berkaitan langsung dengan risiko terhadap sistem propulsi dan keselamatan penerbangan.
Apa yang Terjadi Jika Pesawat Terkena Abu Vulkanik?
Jika pesawat terkena abu vulkanik, dampaknya dapat mengenai beberapa bagian penting. Abu vulkanik pada pesawat dapat menyebabkan abrasi, mengganggu sensor, menggores kaca kokpit, serta memengaruhi sistem yang diperlukan untuk penerbangan.
Beberapa risiko yang dapat terjadi antara lain:
- Mesin kehilangan tenaga karena abu mengganggu aliran udara dan proses pembakaran.
- Turbin mengalami gangguan akibat material abu yang meleleh dan menempel pada komponen mesin.
- Komponen mesin terkikis karena partikel abu bersifat abrasif.
- Sensor penerbangan terganggu karena abu dapat menyumbat saluran atau komponen tertentu.
- Kaca kokpit tergores atau buram sehingga jarak pandang pilot dapat berkurang.
- Permukaan pesawat mengalami kerusakan akibat partikel dan gas vulkanik tertentu.
Mengapa Pesawat Tidak Boleh Terbang Melewati Abu Vulkanik?
Pesawat tidak boleh sengaja melewati zona abu vulkanik karena konsentrasi volcanic ash di atmosfer tidak selalu dapat dilihat secara jelas dari kokpit. Awan yang tampak tipis atau bahkan sulit terlihat tetap dapat mengandung partikel dalam jumlah yang berbahaya bagi mesin pesawat.
Risikonya juga tidak hanya berada di sekitar gunung api. Angin dapat membawa sebaran abu vulkanik jauh dari sumber erupsi sehingga dapat memasuki jalur penerbangan. Karena itu, informasi mengenai kolom abu, arah angin, ketinggian atmosfer, dan pergerakan awan abu menjadi penting untuk menentukan wilayah yang harus dihindari pesawat.
Bagaimana Abu Vulkanik Memengaruhi Penerbangan?
Bagaimana abu vulkanik memengaruhi penerbangan bergantung pada lokasi, konsentrasi, ketinggian, serta arah penyebaran abu. Ketika zona abu diperkirakan mengganggu rute pesawat atau berada di sekitar bandara, operator penerbangan dapat mengubah jalur penerbangan untuk menghindari area tersebut.
Dalam kondisi tertentu, dampaknya dapat berupa keterlambatan atau pembatalan penerbangan, bahkan penutupan bandara jika abu vulkanik membuat operasi penerbangan tidak aman. Langkah pencegahan tersebut dilakukan untuk menjaga keselamatan penerbangan, bukan semata-mata karena abu dapat mengurangi jarak pandang.
Pemantauan aktivitas gunung api dan sebaran abu menjadi bagian penting dalam menentukan apakah pesawat dapat beroperasi. Informasi tersebut membantu maskapai dan otoritas penerbangan menghindari zona abu vulkanik yang berpotensi membahayakan pesawat.