Apa Itu Vasektomi? Ini Pengertian, Cara Kerja, Efektivitas, dan Risikonya
Apa itu vasektomi? Vasektomi yaitu metode kontrasepsi permanen untuk pria dengan cara memotong atau menutup saluran sperma (vas deferens), sehingga sperma tidak masuk ke dalam air mani. Vasektomi termasuk metode kontrasepsi permanen dan ditujukan bagi pria yang tidak menginginkan anak lagi atau tidak ingin memiliki anak.
Vasektomi biasanya dilakukan dengan anestesi lokal. Dokter membuat sayatan kecil pada skrotum untuk menemukan dan memotong atau menutup saluran sperma. Prosedur umumnya berlangsung sekitar 15–30 menit, bergantung teknik yang digunakan.
Apa itu Vasektomi?
Melansir Ekahospital.com, vasektomi adalah salah satu metode kontrasepsi bagi pria yang dilakukan dengan memotong dan menutup saluran yang berfungsi membawa sperma ke dalam air mani. Prosedur ini memiliki tingkat risiko komplikasi yang relatif rendah dan umumnya dapat dilakukan sebagai tindakan rawat jalan menggunakan anestesi lokal.
Sebelum memutuskan menjalani vasektomi, seorang pria perlu benar-benar yakin bahwa dirinya tidak berencana memiliki anak di kemudian hari. Meski prosedur pembalikan vasektomi dapat dilakukan dalam kondisi tertentu, vasektomi tetap perlu dipandang sebagai metode kontrasepsi permanen. Selain itu, vasektomi tidak dapat memberikan perlindungan terhadap infeksi menular seksual (IMS).
Vasektomi bekerja dengan menghambat perjalanan sperma dari testis menuju penis. Sperma tetap diproduksi oleh testis, tetapi tidak dapat melewati vas deferens yang telah dipotong atau diblokir.
Meski demikian, vasektomi tidak langsung efektif setelah prosedur. Sisa sperma masih dapat berada di saluran reproduksi selama beberapa waktu. Karena itu, metode kontrasepsi lain seperti kondom tetap diperlukan sampai pemeriksaan sperma memastikan prosedur berhasil. CDC merekomendasikan pemeriksaan sekitar 8–16 minggu setelah vasektomi.
CDC juga mencatat bahwa jumlah ejakulasi tidak dapat dijadikan patokan yang akurat untuk memastikan tidak ada lagi sperma. Pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk memastikan keberhasilan vasektomi.
Mengapa Memilih Vasektomi?
Vasektomi dapat menjadi pilihan kontrasepsi yang aman dan efektif bagi pria yang sudah yakin tidak ingin memiliki anak lagi. Berikut beberapa alasannya:
- Memiliki efektivitas yang tinggi, sehingga menjadi salah satu metode kontrasepsi permanen yang efektif dalam mencegah kehamilan.
- Risiko komplikasi dan efek samping relatif rendah apabila prosedur dilakukan oleh tenaga medis yang kompeten.
- Biaya dapat lebih terjangkau dibandingkan prosedur sterilisasi wanita seperti ligasi tuba, maupun penggunaan kontrasepsi jangka panjang tertentu.
- Tidak membutuhkan persiapan kontrasepsi setiap kali berhubungan seksual, sehingga pasangan tidak harus menggunakan metode kontrasepsi tertentu sebelum melakukan hubungan seksual untuk mencegah kehamilan.
Apakah Vasektomi Bisa Dikembalikan?
Vasektomi pada dasarnya harus dianggap sebagai kontrasepsi permanen. Operasi pembalikan vasektomi memang dapat dilakukan dalam kondisi tertentu, tetapi keberhasilannya tidak dapat dijamin dan prosedurnya membutuhkan dokter dengan keahlian khusus. Karena itu, seseorang yang masih memiliki kemungkinan ingin mempunyai anak di masa depan perlu mempertimbangkan pilihan kontrasepsi lain.
WHO juga menjelaskan bahwa vasektomi ditujukan untuk orang yang tidak menginginkan anak di kemudian hari. Operasi pembalikan dapat dilakukan pada sebagian kasus, tetapi tidak selalu berhasil menghasilkan kehamilan.
Kekhawatiran yang Sering Muncul tentang Vasektomi
Sebagian pria masih memiliki kekhawatiran mengenai efek vasektomi terhadap kesehatan dan kehidupan seksual. Namun, sejumlah anggapan tersebut tidak didukung oleh bukti medis. Berikut beberapa hal yang perlu diketahui:
1. Tidak Mengganggu Fungsi Seksual
Vasektomi tidak menyebabkan penurunan gairah seksual maupun mengubah maskulinitas pria. Prosedur ini hanya bertujuan mencegah sperma masuk ke dalam air mani sehingga kehamilan dapat dicegah. Beberapa pria bahkan melaporkan adanya peningkatan kepuasan seksual setelah menjalani vasektomi.
2. Tidak terbukti Meningkatkan Risiko Kanker Tertentu
Dahulu sempat muncul kekhawatiran mengenai kemungkinan kaitan antara vasektomi dengan kanker testis atau kanker prostat. Namun, hingga kini tidak terdapat bukti yang menunjukkan adanya hubungan sebab-akibat yang terbukti antara vasektomi dan kedua jenis kanker tersebut.
3. Tidak Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung
Kekhawatiran bahwa vasektomi dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya penyakit jantung, tidak didukung oleh bukti yang menunjukkan adanya hubungan langsung antara prosedur ini dan gangguan jantung.
4. Umumnya Tidak Menimbulkan Nyeri Berat
Selama prosedur, pasien mungkin merasakan rasa tidak nyaman, nyeri ringan, atau sensasi seperti tertarik. Setelah tindakan, rasa sakit dan pembengkakan ringan juga dapat terjadi, tetapi pada sebagian besar pria, keluhan tersebut berangsur membaik dalam beberapa hari. Nyeri berat merupakan kondisi yang jarang terjadi.
Apa Saja Risiko Vasektomi?
Secara umum, vasektomi merupakan prosedur yang aman, tetapi tetap memiliki risiko dan efek samping. NHS menyebut beberapa kondisi yang dapat terjadi setelah prosedur, seperti memar, pembengkakan pada testis atau skrotum, infeksi, serta benjolan kecil yang disebut sperm granuloma.
Sebagian kecil pasien juga dapat mengalami nyeri testis yang berlangsung lama atau dikenal sebagai post-vasectomy pain syndrome (PVPS). Apabila nyeri dan pembengkakan semakin berat, tidak membaik setelah beberapa hari, disertai demam, atau terdapat cairan maupun nanah dari luka, pasien perlu mendapatkan pemeriksaan medis.
Apa itu vasektomi? Vasektomi adalah metode kontrasepsi permanen untuk pria dengan memotong atau menutup saluran sperma sehingga sperma tidak masuk ke dalam air mani. Metode ini sangat efektif, tetapi tidak langsung bekerja setelah prosedur, sehingga tetap membutuhkan pemeriksaan untuk memastikan keberhasilannya.