Erick Thohir Siapkan Strategi, Bidik Rp 40 T dari Pariwisata Olahraga pada 2027

ANTARA FOTO/Fauzan/agr
Menpora Erick Thohir memberikan sambutan saat acara pemberian dukungan Dubes Jepang kepada kontingen Indonesia di Jakarta, Selasa (8/9/2026). Acara tersebut digelar sebagai bentuk dukungan dan apresiasi dari Kedutaan Besar Jepang di Indonesia kepada para atlet dan seluruh pihak yang berpartisipasi dalam Asian Games dan Asian Para Games Aichi–Nagoya 2026 sekaligus menjadi momentum untuk mempererat hubungan persahabatan dan kerja sama antara Jepang dan Indonesia melalui olahraga.
11/9/2026, 18.41 WIB

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menargetkan dampak ekonomi dari kegiatan pariwisata olahraga menembus Rp 40 triliun pada tahun depan. Erick mengatakan pariwisata olahraga dapat menjadi motor penggerak perekonomian nasional karena membuka lapangan kerja di daerah tempat ajang olahraga terjadi.

Erick mengatakan, dampak perekonomian dari pariwisata olahraga pada 2025 hanya mencapai Rp 39,45 triliun. Angka tersebut dinilai kecil atau hanya 0,5% dibandingkan nilai ekonomi pariwisata olahraga secara global yang mencapai Rp 9.700.

"Target tahun depan di atas Rp 40 triliun bisa tercapai asal semua pihak mau buka data," kata Erick di Indonesia Sports Summit 2026, Jumat (11/9).

Erick mencontohkan angka perputaran ekonomi dari kompetisi BRI Super League yang mencapai Rp 10,5 triliun pada tahun lalu. Dengan kata lain, kompetisi sepak bola tertinggi di dalam negeri berhasil memutar perekonomian sekitar Rp 1 triliun per bulan.

Selain itu, MotoGP Mandalika telah menyumbang perekonomian di Nusa Tenggara Barat senilai Rp 4,5 triliun. Ajang tersebut telah mendatangkan Rp 1,5 triliun per hari selama tiga hari ajang tersebut diadakan setiap tahunnya.

Untuk mencapai target Rp 40 triliun, Erick mengatakan telah memangkas 191 aturan terkait pariwisata olahraga menjadi empat kebijakan. Langkah tersebut telah memotong 1.500 pasal menjadi hanya 600 pasal pada tahun ini.

"Kita harus sepakat bahwa olahraga bukan biaya, tapi investasi dan pertumbuhan. Ini semua harus terjadi dengan kerja sama pemerintah, swasta, dan masyarakat," katanya.

Selain itu, Erick meluncurkan laman sportinindonesia.id untuk menggenjot turis olahraga ke dalam negeri. Situs tersebut telah mengintegrasikan layanan pendaftaran visa bagi wisatawan mancanegara, kalender ajang olahraga, membeli tiket ajang olahraga, dan panduan membuat ajang olahraga.

Erick menjelaskan, situs tersebut akan memangkas birokrasi yang harus dilakukan wisman untuk datang ke dalam negeri. Erick menegaskan semua pihak dapat mengakses situs tersebut secara gratis dan akhirnya menghemat biaya investasi olahraga di dalam negeri.

"Inti situs ini adalah bagaimana pemerintah membangun industri olahraga, pariwisata olahraga, prestasi, dan memasyarakatkan olahraga bersama-sama," ujarnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Andi M. Arief