Defisit APBN diperkirakan meningkat jika terjadi eskalasi konflik di Timur Tengah, seperti serangan Amerika dan Israel ke Iran. Mengacu pada pola kenaikan harga tahun 2022, harga minyak mentah berpotensi naik sekitar 21,66%. Jika konflik berlangsung selama 3–5 bulan, kondisi ini akan menyulitkan ketahanan negara dan mendorong kenaikan harga minyak. Meski demikian, harga diprediksi akan kembali stabil setelah 6 bulan. Dengan asumsi kenaikan tersebut, defisit anggaran berpotensi bertambah sekitar Rp51,5 triliun, sehingga rasio defisit naik menjadi 2,88% dari asumsi awal pemerintah sebesar 2,68%.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.