ZIGI – Apple, perusahaan teknologi pembuat iPhone ini dikabarkan sudah memasukkan studio Hollywood ke dalam daftar belajaan mereka. Hal ini menyusul Amazon yang mengambil alih studio film Metro Goldwyn Mayer, yang dikenal MGM seharga US$ 8,45 miliar atau senilai Rp120 triliun, Mei 2021 lalu.

Keputusan ini diambil Amazon untuk meningkatkan persaingan di layanan video streaming seperti yang dimiliki oleh Netflix dan Disney+. Lantas bagaimana pandangan tentang Apple yang berencana membeli studio film Hollywood ini? Scroll yuk! 

Apple Dikabarkan Beli Studio Film Hollywood

Sumber foto: The Street

Apple sudah memilki jejak industri hiburan yang besar melalui divisi layanannya yang mencakup Apple TV+, Apple Music, App Store, iCloud, dan banyak lagi. Pendapatannya pun mencapai US$ 16,9 miliar di kuartal pertama.

Penghasilan ini naik dari periode tahun lalu yang mencapai angka US$ 13,3 miliar. Perusahaan ini juga memiliki total 660 juta pelanggan berbayar. Tapi sayangnya, streamer Apple TV+ tidak memiliki perpusatakaan besar.

Dilansir Zigi.id dari Hollywood Reporter, Senin, 7 Juni 2021, CEO Tim Cook menggambarkan ambisi streamer Apple TV+ sebagai salah satu platform yang paling diinginkan untuk pendongeng. Dia memilih serial komedi Ted Lasso, serial The Morning Show dan miniseri Defending Jacob sebagai significant buzz.

Tetapi, beberapa analis Wall Street menganggap streamer tersebut memiliki banyak kekurangan yang menyebabkan beberapa orang berdebat untuk akuisisi studio film. Apple dianggap membuat kesalahan besar karena tidak membeli studio di Hollywood.

Penelitian Morgan Stanley yang dirilis April 2021 lalu, menemukan hanya 8 persen responden AS yang mengatakan mereka menggunakan Apple TV+, angka yang tertinggal jauh di bawah Netflix (58 persen), Amazon Prime (45 persen) dan Disney+ (31 persen).

"Apple telah membuat kesalahan strategis besar dengan tidak membeli studio Hollywood sementara Amazon, Disney, Netflix, dan lainnya melarikan diri dengan kontennya. Konten adalah raja, dan Apple membangun sebuah rumah besar dengan hampir tidak ada perabotan di dalamnya. MGM adalah akuisisi yang mudah untuk Apple, dan mereka melewatkan peluang besar," kata analis Wedbush, Dan Ives.

Apple Dianggap Takut

Apple CEO Tim Cook / Sumber foto: Hollywood Reporter

Hal Vogel, CEO Vogel Capital Management, menyatakan bahwa CEO Tim Cook takut akan adanya pukulan balik dari pemegang saham jika dia pergi ke Hollywood secara besar-besaran. Padahal perusahaan-perusahaan besar seperti Apple, Google Alphabet, dan Facebook sering disebut sebagai raksasa teknologi yang dapat melahap studio Hollywood tanpa banyak kesulitan keuangan.

Tetapi dua dari mereka mengisyaratkan kurangnya minat berkelanjutan pada produksi konten premium yang lebih tradisional. Facebook dan YouTube Google sudah mencoba merencanakan dorongan konten skrip yang lebih besar, lalu mengurangi ambisi mereka.

Namun adanya kesepakatan AT&T senilai $43 miliar untuk menggabungkan WarnerMedia dengan Discovery dan pembelian MGM Amazon menurut Tuna Amobi sebagai tindakan yang cukup potensial

"Perang streaming yang semakin intensif sebagai katalis potensial untuk gelombang konsolidasi industri berikutnya, dengan beberapa perusahaan teknologi besar semakin dilihat sebagai pengakuisisi potensial," kata Tuna Amobi, analis CFRA Research.

Apple bisa memilih untuk meningkatkan divisi Hollywoodnya dengan pembelian mega studio ukuran, misalnya, Lionsgate, yang disebut-sebut sebagai target pengambilalihan yang mungkin karena skalanya yang relatif kecil. Di mana, Lionsgate memiliki 17.000 judul dan waralaba film dan TV seperti Hunger Games, Twilight, Starz hingga serial Power.

Selain itu, Apple juga bisa mengikuti jejak Netflix dengan berupaya mengambil langkah Hollywood yang lebih kecil, seperti mengambil alih perusahaan buku komik Mark Millar, Millarworld, untuk meningkatkan kepemilikan kekayaan intelektualnya.

"Akuisisi cerdas Amazon atas MGM akan memacu M&A studio oleh pesaing streaming teknologi besarnya yang sekarang menghadapi krisis konten. Netflix sedang mencari waralaba, Appel juga. Bahkan Amazon mungkin belum selesai, untuk alasan ofensif dan defensif," tandas Peter Csathy, ketua firma penasihat CreaTV Media. 

Meski begitu, belum ada keterangan pasti dari pihak yang bersangkutan yakni Apple soal kabar pembelian studio film Hollywood ini menyusul Amazon. Kita nantikan saja ya!

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.