ZIGI – Sosok Dhia’an Farah atau akrab disapa Ara, tengah jadi bahan perbincangan khususnya di kalangan NCTzen, sebutan nama fandom untuk NCT. Pasalnya, pemilik akun Twitter @Kejeffreyan ini menggunakan nama Jeno untuk salah satu karakter dalam web series Dikta dan Hukum garapan WeTV.
Sejak dahulu, Ara dikenal sebagai penulis AU (Alternate Universe) yang berfokus pada boyband NCT. Saking bagusnya cerita Dikta dan Hukum, pihak WeTV mengadaptasinya dalam bentuk serial dibintangi Natasha Wilona hingga Ajil Ditto. Lantas siapakah sosok Dhia’an Farah atau Ara penulis AU Dikta dan Hukum ini? Berikut artikel selengkapnya.
Baca Juga: Sinopsis Karakter Jeno di Serial Dikta dan Hukum, Fans NCT Komplain
1. Dhia’an Farah Sebagai Penulis AU NCT, Dikta dan Hukum
Cerita Dikta dan Hukum berawal dari utas atau thread Twitter buatan Dhia’an Farah atau Ara di akun Twitter pribadinya @Kejeffreyan yang diunggah bulan Agustus 2020.
Berdasarkan pantauan Zigi.id pada Rabu, 1 Desember 2021, thread AU Dikta dan Hukum sudah memiliki lebih dari 63 ribu retweet dan 238 ribu likes. Cerita engenai sosok mahasiswa fakultas hukum bernama Dikta yang divisualisasikan dengan sosok Doyoung NCT itu viral di berbagai platform media sosial termasuk Twitter, Instagram, dan TikTok.
Karena Dikta dan Hukum berawal dari AU, maka cara Ara dalam menuliskan cerita hanyalah dalam potongan tangkapan layar chat, juga dibubuhi oleh foto-foto Doyoung NCT. Ara sendiri merupakan seorang NCTZen.
Melihat kesuksesan ini, Ara mengangkat AU tersebut ke dalam bentuk novel berjudul Dikta dan Hukum yang diterbitkan oleh Loveable Group pada April 2021. Minat pembaca pun kian meningkat, karena novel Dikta dan Hukum menjadi best seller hingga terjual lebih dari 200 ribu eksemplar.
2. Sosok Dhia’an Farah, Mahasiswi Jurusan Hukum
Dikta dan Hukum tak semerta-merta memvisualisasikan sosok Doyoung NCT sebagai Dikta si mahasiswa hukum. Ternyata, cerita tersebut terinspirasi dari latar belakang Dhia’an Farah yang juga merupakan mahasiswi jurusan hukum.
Dhia’an Farah atau Ara lahir pada 29 April 2000, yang mana baru menginjak usia 21 tahun. Diketahui Ara berkuliah di Fakultas Syari'ah dan Hukum, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Jawa Barat.
Selama ini, Ara membagikan karya-karya melalui akun Twitter @Kejeffreyan yang sudah memiliki sekitar 276 ribu followers. Dia juga aktif di Instagram @dhiaaf dan TikTok @kejeffreyan. Namun semenjak terseret kontroversi, Ara memutuskan untuk menggembok akun hingga menghapus beberapa postingannya.
3. Kronologi Dhia’an Farah Kini viral di Kalangan NCTzen
AU Dikta dan Hukum resmi diangkat menjadi web series garapan WeTV berjudul sama. Jajaran pemainnya mencakup Natasha Wilona sebagai Nadhira, Ajil Ditto sebagai Dikta, Yoriko Angeline sebagai Alea, dan Abun Sungkar memerankan karakter bernama Jeno.
Lantas penggunaan nama Jeno dalam web series Dikta dan Hukum dipermasalahkan oleh NCTzen. Bukan tanpa alasan, nama Jeno sendiri awalnya divisualisasikan dengan sosok Jeno NCT.
Tak sedikit penggemar yang menilai bahwa Ara selaku penulis AU Dikta dan Hukum, mengesampingkan hak cipta nama Jeno. Di mana dia meraup keuntungan dari novel dan web series Dikta dan Hukum dengan menggunakan nama Jeno tanpa izin.
NCTzen berharap agar pemeran nama karakter Jeno diganti. Pasalnya, meski karakter Dikta divisualisasikan dengan sosok Doyoung NCT, sang penulis tidak menggunakan nama tersebut dalam web series Dikta dan Hukum.
Hingga artikel ini ditulis, Dhia’an Farah atau Ara bersama tim WeTV dan penerbit Loveable Group masih merundingkan keputusan tentang penggunaan nama Jeno dalam web series Dikta dan Hukum. Di lain sisi, sosok penulis AU NCT Dikta dan Hukum ini tengah menjadi bahan perbincangan di kalangan NCTzen karena penggunaan nama Jeno sebagai nama karakter.
Baca Juga: Fakta Sinopsis Dikta dan Hukum, dari AU NCT Jadi Serial WeTV