ZIGI – Ukuran menjadi hal utama saat kita memilih pakaian baik itu untuk jenis kaos, kemeja, dan gaun. Ukuran baju bisa menjadi masalah jika tidak pas di tubuh. Selama ini, kita mengenal ukuran pakaian S (small / kecil), M (medium / sedang), L (large / besar) serta XL (extra large / sangat besar).
Sudah menjadi ketentuan bahwa ukuran menjadi awal penentuan dalam memilih atau membeli pakaian. Lantas, seperti apa asal-usul ukuran baju dari S, M, L dan XL? Simak penjelasan berikut!
Baca Juga: Rizal Rama, Model Asal Surabaya Debut di Milan Fashion Week 2022
Sejarah Ditetapkan Ukuran Baju di Industri Fashion
Mengutip dari laman Sizolution, industri fashion dan ritel rupanya telah menempuh perjalanan panjang untuk menambah pengalaman berbelanja hingga seperti sekarang ini. Pada awalnya, memilih baju menjadi sebuah masalah lantaran belum ditemukan ukuran sebagai standar.
Ukuran secara universal paling awal menyerupai standar pengukuran berasal dari abad pertengahan yakni ditemukan oleh seorang penjahit sekaligus ahli matematika asal Spanyol bernama Juan de Alcega, tepatnya pada tahun 1589.
Dia menulis salah satu karya tulis tentang menjahit lengkap dengan ilustrasi bentuk pola. Yang menjadi perhatian utamanya adalah jumlah kain dengan lebar yang bervariasi untuk setiap pakaian.
Kian berkembang, pemahaman tentang pembelian dan kepemilikan pakaian diberlakukan. Sehingga baju sudah bisa dipesan untuk sebagaian orang kaya dengan melakukan sesi pengukuran dan penjahit akan membuat pola. Kendati demikian, masih mengalami kendala.
Para pembuat baju kemudian berpikir kembali ketika Perang Napoleon (1803 - 1815), Perang Krimea (1853 - 1856) dan Perang Saudara Amerika (1861 -1865) membutuhkan jumlah seragam yang belum pernah ada sebelumnya dan sistem ukuran seluruh tubuh dikembangkan, sehingga memungkinkan untuk menghitung parameter lain berdasarkan pada pengukuran dada tunggal.
Secara bertahap, produksi massal seragam berubah menjadi produksi pakaian siap pakai untuk semua orang pada akhir abad ke-19. Ukuran baju pria dan wanita umumnya didasarkan pada sistem yang berbeda. Baju pria ditentukan dalam ukuran tubuh, yang didasarkan pada ukuran dada.
Untuk ukuran baju wanita diberikan dalam nomor kode yang sesuai dengan ukuran payudara, pinggang, pinggul, dan tinggi badan.
Ukuran Baju Secara Internasional
Penjahit Eropa menjadi yang pertama menunjukkan minat pada ukuran tubuh anatomis dan proporsinya. Diagram pengukuran yang diambil dari tubuh telanjang ditemukan dalam buku menjahit Jerman yang ditulis oleh J.G. Bernhardt (1810 - 1820).
Bernhardt menerbitkan sistem yang dikembangkan dengan baik untuk ukuran wanita yang menggambarkan perbedaan besar dalam produksi pakaian untuk wanita di berbagai bagian Eropa.
Pada tahun 1822, E. A. Bardé menjelaskan dua metode skala untuk penilaian. Metoden yang pertama, pola digambar di atas kertas persegi, dengan kotak yang mewakili ukuran payudara. Pola kedua, dapat disesuaikan untuk ukuran yang lebih besar atau lebih kecil.
Untuk metode Bardé lainnya, ukuran pola dimodifikasi dengan menggunakan pita gradasi panjang yang berbeda dengan peningkatan yang lebih kecil atau lebih besar. Metode ini juga digunakan oleh seniman, arsitek dan pematung. Lebih mudah untuk membuat perhitungan karena pita pengukur dapat dengan mudah dilipat menjadi bagian yang benar.
Kemunculan Ukuran Baju S, M, L, XL
Ukuran ini telah lama digunakan untuk kaos dan pakaian kasual. Merek sekarang menggabungkan dua atau tiga ukuran numerik menjadi satu ukuran huruf.
Ukuran numerik ini semakin populer ketika menjamurnya pakaian olahraga dengan ukuran alfa seperti merek Lycra. Seiring berjalannya waktu, pembuatan pakaian pun menjadi lebih mudah. Berbagai penamaan standar ukuran pakaian dapat kita temukan. Di tiap negara pun standar ukuran dapat berbeda-beda. Sebagai contoh, terdapat teknik Alpha Sizing yang mulai dikenal pada 1996.
Teknik ukuran pakaian tersebut merujuk pada pengunaan huruf S, M, L, atau XL. S berarti small, M berarti medium, L artinya large. Sementara itu, huruf X menandakan extra. Teknik ini digunakan karena bisa lebih menekan biaya produksi. Demikian asal usul standar ukuran baju S, M, L, XL yang berlaku di Indonesia hingga dunia.
Baca Juga: Gen Z Paling Hobi Belanja Fashion Secara Kredit Pakai PayLater