Semen Jawa dan Tambang Semen Sukabumi Usung 93 Program Berkonsep ESG

Tahun ini, perusahan telah menyiapkan 93 program berlandaskan ESG 4 Plus yang mencakup inovasi teknologi, pembangunan multisektor, dan kolaborasi dengan stakeholder.
Anshar Dwi Wibowo
25 Januari 2023, 18:09
Semen Jawa dan Tambang Semen Sukabumi Usung 93 Program Berkonsep ESG
Dok Semen Jawa

PT Semen Jawa dan PT Tambang Sukabumi memasuki babak baru dalam penerapan SCG ESG 4 Plus untuk mencapai keberlanjutan dan mendukung kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sukabumi. 

Selama satu dekade, perusahaan telah berkontribusi terhadap pembangunan multisektor, khususnya pada lima desa yang berada di wilayah operasional. Antara lain Desa Sirnaresmi, Desa Kebonmanggu, Desa Wangunreja, Tanjungsari, dan Desa Sukamaju. 

Tahun ini, perusahan telah menyiapkan 93 program berlandaskan ESG 4 Plus yang mencakup inovasi teknologi, pembangunan multisektor, dan kolaborasi dengan stakeholder.

SCG ESG 4 Plus dikembangkan oleh SCG dari prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) dengan empat fokus, yaitu mengurangi emisi karbon (Set Net Zero), menciptakan produk dan industri hijau (Go Green), menekan kesenjangan (Reduce Inequality), dan merangkul kolaborasi dengan berbagai stakeholder (Embrace Collaboration). Sementara Plus bermakna keadilan dan transparansi, baik di dalam maupun di luar perusahaan.

Advertisement

Menurut Presiden Direktur PT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi, Somchai Dumrongsil, perusahaan telah menjalankan program Corporate Social Responsibility (CSR) sejak tahun 2013. 

“Tahun ini, kami akan mengusung beberapa program unggulan dengan mempererat kolaborasi seluruh elemen dan merangkul masyarakat lebih luas,” tutur Somchai dalam keterangan tertulis, Rabu (25/1). 

Untuk mengurangi emisi karbon dan menciptakan industri hijau, perusahaan mengusung inovasi teknologi Alternative Raw and Alternative Fuel (AR/ AF), yaitu pemanfaatan limbah industri menjadi bahan bakar pengganti energi fosil dan bahan baku alternatif untuk pembuatan semen. 

Perusahaan juga tengah mengembangkan inovasi Refuse-Derived Fuel (RDF), teknologi pengolahan sampah perkotaan atau Municipal Solid Waste (MSW) untuk menghasilkan energi panas sebagai bahan bakar produksi semen. 

Proyek ini dibangun di TPA Cimenteng untuk membantu Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam mengatasi persoalan limbah. Kedua inovasi ini selaras dengan target net-zero pada tahun 2050 yang ditargetkan pemerintah Indonesia.

Untuk menekan kesenjangan sosial dan merangkul kolaborasi, perusahaan kembali melanjutkan Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang tahun ini menyasar lima desa, yaitu Desa Kebonmanggu, Sirnaresmi, Sukamaju, Tanjungsari, dan Wangunreja. 

Program pembangunan multisektor tersebut meliputi infrastruktur, agama dan budaya, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan, dengan total biaya sebesar Rp1,6 miliar.

Salah satu hasil PPM yang manfaatnya sudah dirasakan masyarakat luas adalah pembangunan jalan di Sukabumi sepanjang lebih dari  9.700 m2 yang dibangun secara bertahap sejak tahun 2013 hingga 2022.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.

Artikel Terkait