Facebook dan Google Dituntut Bayar Konten Berita

Perhitungan Komisi Persaingan dan Konsumen menyebutkan, Google dan Facebook menyerap lebih dari setengah pangsa iklan daring di Australia.
Image title
13 Agustus 2020, 08:45

Pemerintah Australia memaksa Facebook dan Google membayar royalti konten berita ke perusahan media. Hal ini untuk menciptakan persaingan bisnis media yang adil di Australia.

“Ini tentang memastikan bahwa kita telah meningkatkan persaingan, meningkatkan perlindungan konsumen, dan lanskap media yang berkelanjutan,” ujar Menteri Keuangan Australia Josh Frydenberg, Jumat (31/7), dikutip dari The Telegraph.

Australia menuntut Facebook dan Google untuk memberikan 10% pendapatan iklan pada media Negeri Kanguru. Dalam laporan Komisi Persaingan dan Konsumen Australia (ACCC), 8-14% materi pencarian di Google adalah konten berita. Sementara itu, lebih dari 50% traffic situs media juga disumbang kedua raksasa teknologi tersebut.

ACCC memperkirakan lebih dari setengah pangsa iklan daring Australia berasal dari Google dan Facebook. Tiap AU$ 100, sekitar 47% akan diserap Google dan 21% masuk ke kantong Facebook.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.