Isu Alkohol & Soda yang Mengurangi Antibodi Vaksin

Mengonsumsi minuman beralkohol atau bersoda tidak mengurangi efektivitas vaksin Covid-19. Namun konsumsi yang berlebihan dapat berdampak terhadap kesehatan.
Andrea Lidwina
30 Agustus 2021, 08:24

Sebuah informasi beredar di media sosial bahwa mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung alkohol dan soda dapat mengurangi efektivitas vaksin Covid-19. Namun, berdasarkan penelusuran Katadata.co.id, keduanya tidak berpengaruh terhadap vaksin.

Hingga saat ini, belum ada penelitian yang membuktikan alkohol dan soda dapat mengurangi pembentukan antibodi. Keduanya boleh dikonsumsi sebelum dan setelah vaksinasi, tetapi jumlahnya perlu diperhatikan jika penerima vaksin mengalami efek samping. Atau jika memiliki kondisi kesehatan tertentu, seperti mual dan demam ketika mengonsumsinya.

Meski begitu mengonsumsi minuman beralkohol dan bersoda secara berlebihan dapat menganggu kesehatan. Di antaranya, kenaikan berat badan hingga obesitas. Tak hanya itu, mereka berpotensi menderita penyakit kronis, seperti jantung, diabetes, stroke, dan kanker.

Rekomendasi batas konsumsi per minggu adalah 14 gelas belimbing untuk alkohol 3-4%, 16 sloki untuk alkohol 12-30%, dan delapan sloki untuk alkohol 40%. Sementara untuk soda, batas maksimalnya adalah tiga kaleng atau 450 kalori.

Dengan begitu, Katadata.co.id berkesimpulan informasi yang menyebutkan bahwa makanan dan minuman beralkohol dan bersoda mengurangi efektivitas vaksin Covid-19 adalah keliru.

Konten cek fakta ini kerja sama Katadata dengan Google News Initiative untuk memerangi hoaks dan misinformasi vaksinasi Covid-19 di seluruh dunia.

google news initiative x katadata
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.