Awas Penyakit Mengintai Pekerja Saat WFH

Ada plus minus bekerja dari rumah (WFH) selama pandemi. Selain waktu kerja lebih fleksibel, tetapi ada penyakit yang berpotensi menyerang pekerja.
Image title
4 Oktober 2021, 10:23

Bekerja dari rumah alias Work From Home (WFH) telah menjadi kelaziman bagi pekerja semenjak pandemi Covid-19. Meski demikian, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa ada beragam penyakit yang dapat mengintai apabila waktu bekerja tak mengenal batasan.

Studi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) dalam jurnal Environmental International pada September 2021 menunjukkan bahwa jam kerja yang panjang menyebabkan lebih dari 745 ribu kematian pekerja karena stroke (53%) dan penyakit jantung iskemik (47%) pada 2016. Studi itu mengatakan bahwa para pekerja diketahui memiliki waktu bekerja setidaknya 55 jam dalam sepekan.

Direktur Departemen Lingkungan Perubahan Iklim dan Kesehatan WHO Dr. Maria Neira mengatakan, bekerja 55 jam atau lebih per minggu merupakan bahaya kesehatan yang serius. “Sudah saatnya kita semua, pemerintah, pengusaha, dan karyawan menyadari fakta bahwa jam kerja yang panjang dapat menyebabkan kematian dini,” ujar Maria dikutip dari laman resmi WHO pada Senin, 17 Mei 2021 lalu. 

Tak hanya itu, gangguan muskuloskeletal merupakan salah satu masalah kesehatan yang dapat ditimbulkan oleh pekerja saat WFH menurut studi International Conference on Health Department (ICHD) di Indonesia pada 2020. Sebanyak 66,3% pekerja mengeluhkan gangguan nyeri leher (54%), pundak (36,5%), punggung bawah (34,9%), dan punggung atas (31,7%). 

Kemudian, studi di Tiongkok yang dipublikasikan Pusat Nasional untuk Informasi Bioteknologi (NCBI) pada 2020 menunjukkan bahwa gangguan psikologis juga ditemukan pada pekerja di masa pandemi. Di antaranya mereka mengalami depresi (24,5%), insomnia (20%), kekhawatiran berlebih (18,5%), dan stres akut (15,8%).

Pencegahan ragam penyakit di saat WFH dapat dilakukan dengan berbagai cara. Di antaranya yakni dengan memiliki waktu istirahat yang cukup, membiasakan rutin berolahraga, dan mengontrol pola dan waktu makan teratur. Selain itu, penting juga untuk mengurangi durasi di depan komputer dan melakukan peregangan tubuh secara berkala.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.