Berbahayakah ASI Ibu yang Divaksinasi Covid-19?

Air Susu Ibu (ASI) dari ibu yang sudah divaksinasi Covid-19 cenderung memiliki antibodi yang baik untuk bayi.
Image title
18 Oktober 2021, 08:44

Di media sosial beredar rumor bahwa kulit bayi menjadi terkelupas setelah minum air susu ibu (ASI) dari ibu yang menerima vaksin Pfizer. Faktanya, berbagai studi menunjukkan bahwa vaksin Pfizer tidak berbahaya bagi bayi yang disusui.

ASI dari ibu menyusui justru mengandung antibodi Covid-19 yang baik diberikan untuk bayi. Studi di Amerika Serikat menunjukkan, 87% ibu menyusui yang divaksin Pfizer memiliki antibodi IgG. Lalu, sebanyak 51% ibu menyusui memiliki antibodi IgA.

IgA adalah antibodi yang paling umum ditemukan di dalam tubuh dan terlibat dalam proses terjadinya reaksi alergi. Sedangkan IgG merupakan jenis antibodi yang banyak ditemukan di dalam darah dan cairan tubuh lainnya.

Umumnya, ibu menyusui hanya mengalami efek samping ringan usai divaksin Covid-19 menggunakan Pfizer. Misalnya, mengalami nyeri/kemerahan di daerah suntikan, menggigil, demam, nyeri otot, mual/muntah.

Sementara itu, studi di Singapura menunjukkan bahwa 85,7% bayi yang minum ASI dari ibu yang divaksin Pfizer tidak mengalami efek samping hingga 28 hari setelahnya. Efek samping yang dimaksud yakni demam, ruam, muntah, diare, batuk, atau rinore.

Kementerian Kesehatan pun merekomendasikan ibu menyusui untuk divaksin menggunakan Pfizer dan Moderna apabila belum pernah menerima vaksin Covid-19 sebelumnya. Ibu menyusui juga disarankan untuk tetap menyusui bayinya setelah vaksinasi.

Konten cek fakta ini kerja sama Katadata dengan Google News Initiative untuk memerangi hoaks dan misinformasi vaksinasi Covid-19 di seluruh dunia.

google news initiative x katadata

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.