Vaksinasi Kurangi Risiko Terburuk Omicron

Kasus kematian dan pasien bergejala berat atau kritis mayoritas terjadi pada orang-orang yang belum mendapatkan vaksinasi lengkap.
Cindy Mutia Annur
14 Februari 2022, 08:51

Laporan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan bahwa vaksinasi dapat mencegah risiko fatal akibat Covid-19, salah satunya kematian.  Berdasarkan data kementerian pada 21 Januari-6 Februari 2022, mayoritas pasien yang mengalami gejala berat dan meninggal belum mendapatkan vaksinasi dosis lengkap.

Dari total 356 pasien meninggal, 69% di antaranya belum mendapatkan vaksinasi dosis lengkap. Sementara, 31% di antaranya sudah mendapatkan vaksinasi dosis lengkap.

Kemudian dari 58 pasien bergejala berat atau kritis, 60% di antaranya  belum mendapatkan vaksinasi dosis lengkap. Sedangkan, 40% di antaranya sudah mendapatkan vaksinasi dosis lengkap.

Vaksinasi dosis penuh penting dilakukan guna mencegah tingkat keparahan infeksi terutama di tengah gelombang varian Omicron. Tak hanya melindungi diri, vaksinasi juga dapat melindungi orang-orang di sekitar yang berpotensi parah terinfeksi Covid-19.

Juru bicara Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan, kelompok lansia, anak-anak, orang yang memiliki komorbiditas, dan yang belum divaksinasi merupakan kelompok yang rentan tertular Covid-19. “Kelompok inilah yang perlu diperhatikan dan kerap  menjadi korban yang dirugikan di masa Covid-19,” ujar Nadia dikutip dari laman Sehatnegeriku, Minggu 6 Februari 2022.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.