Hoaks, Vaksin Pfizer Berbentuk Rokok Elektrik

Awalnya, akun Facebook Austin Sidney Palmer mengunggah gambar vaksin Covid-19 buatan Pfizer berbentuk rokok elektrik.
Image title
Oleh Dini Hariyanti - Tim Riset dan Publikasi
27 Desember 2020, 09:00
Ilustrasi Vaksin Covid-19
Antara

Merebak kabar, vaksin Covid-19 buatan Pfizer berbentuk vape. Satgas Penanganan Covid-19 menegaskan, informasi ini palsu. Vaksin buatan Pfizer diberikan dengan menyuntikkannya pada bagian atas lengan. Vaksin juga diberikan dalam dua dosis dengan jarak 21 hari.

Laman resmi Satgas Covid-19 memaparkan asal muasal hoaks soal vaksin berbentuk rokok elektrik (vape) tersebut. Awalnya, akun Facebook Austin Sidney Palmer mengunggah gambar vaksin Covid-19 buatan Pfizer berbentuk rokok elektrik. Postingan ini diunggah pada 11 Desember 2020.

Dalam postingan tersebut, terdapat vape yang masih dibungkus dengan logo dan kemasan mirip Pfizer. Di kemasannya juga terdapat tulisan Coronavirus Vaccine Covid-19 dan Vaporizer Cartridge. Di bawah kemasan juga terdapat tulisan single dose dan made in china. Sidney Palmer juga menambahkan narasi dalam postingan itu “seems legit” atau dalam bahasa Indonesia; “sepertinya asli”.

Setelah ditelusuri, vaksin berbentuk vape itu adalah tidak benar. Reuters Fact Check melansir, Pfizer melalui email juga mengonfirmasi, vaksin Covid-19 dalam bentuk vape adalah palsu. Terkait dengan asal pembuatan, Pfizer memanfaatkan lokasi manufakturnya di Amerika Serikat (AS), contohnya di Saint Louis, Missouri, Andover, Massachusetts, dan Kalamazoo, Michigan.

Vaksinasi di Indonesia

Berbicara tentang vaksin Covid-19, perlu dipahami bahwa vaksin bukanlah obat Covid-19 melainkan sarana untuk mendorong pembentukan kekebalan spesifik pada penyakit Covid-19 agar terhindar dari tertular maupun kemungkinan sakit berat. Program vaksinasi di Indonesia kelak tidak berbayar alias gratis. Terdapat 107 juta penduduk yang ditargetkan untuk vaksinasi menggunakan produk dari Sinovac, COVAX, dan Merah Putih. Saat ini, pemerintah sedang menunggu izin darurat dari Badan POM untuk pelaksanaan vaksinasi ini.

Adapun, laman Instagram Pandemic Talks (@pandemictalks) merilis bahwa diperlukan kriteria yang ideal agar sebuah vaksin berhasil memberikan perlindungan kepada manusia dari suatu penyakit. Indikator vaksin ideal bisa dilihat dari kemanannya; serokonversi, efikasi, efektivitas; vaksin bisa dipakai oleh semua golongan; serta lolos uji klinis.

“Badan regulator negara akan menyetujui vaksin untuk digunakan, jika benefit yang timbul lebih besar dibandingkan dengan risiko (dengan efek samping minimal),” demikian tertulis dalam laman @pandemictalks.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

Video Pilihan

Artikel Terkait