Hindari Makan Bersama, Kurangi Risiko Terpapar Covid-19

Jika terpaksa makan bersama orang lain, perketat protokol antara lain jaga jarak duduk dan tidak berbicara saat makan.
Image title
Oleh Arofatin Maulina Ulfa - Tim Riset dan Publikasi
24 Januari 2021, 15:00
REKOR MURI SAJIAN NASI LIWET TERBANYAK
ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengumumkan dirinya terpapar Covid-19 pada Sabtu (23/1). Ia meyakini dirinya tertular saat makan bersama. Mengingat ia terpaksa harus melepas masker.

“Dari hasil tes PCR tadi malam, pagi ini mendapatkan hasil positif Covid-19 dengan CT  Value 25. Saya sama sekali tidak merasakan gejala apapun,” tutur Doni dalam siaran pers.

Sebagai antisipasi, ia menyerukan untuk sementara menghindari acara makan bersama guna mencegah penularan.

“Karena saat makan kita pasti lepas masker dan celah penularan terbuka. Sebaiknya saat makan, tidak ada orang lain di sekitar kita untuk mencegah tertular atau menulari. Untuk sementara, makan bisa sendiri atau terpisah dari orang lain, ” tutur Doni di Jakarta, Sabtu (23/1).

Sebelumnya, Doni terjun langsung menangani bencana di Sulawesi Barat dan Kalimantan Selatan selama seminggu. Sejak gempa bumi melanda Sulawesi Barat pada Jumat (15/1), ia telah berada di lokasi bencana pada sore harinya. Mantan Pangkostrad tersebut juga berkunjung ke Banjarmasin yang sedang dilanda banjir bandang sebelum kembali ke Jakarta pada Jumat (22/1). Di sela tugas lapangan, ada beberapa momen ia harus melepas masker ketika makan bersama orang lain.

“Jadi saya yakin pada saat melepas masker dan makan itulah saya tertular,” ucapnya.

Sejak mulai menangani pandemi Covid-19, Doni selalu berusaha menerapkan protokol kesehatan. Namun, ternyata tetap ada celah bagi virus corona menyerang dirinya.

“Covid-19 ini begitu dekat di sekitar kita. Selama ini saya berusaha sekuat tenaga patuh dan disiplin menjalan protokol kesehatan dan tetap bisa tertular. Dengan kejadian ini saya meminta masyarakat agar jangan kendor dalam memakai masker, menjaga jarak dan jauhi kerumunan, serta rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir,” tuturnya.

Epidemolog Universitas Indonesia yang sekaligus Juru Bicara Nasional Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito juga mewanti-wanti agar masyarakat terus waspada. Ia menduga aktivitas yang begitu padat dan melelahkan jadi faktor menurunnya imunitas seseorang sehingga menjadi lebih rentan terhadap penyakit. Serta celah saat makan bersama menjadi penyebab virus Corona menginfeksi Doni Monardo.

“Ini menjadi pelajaran berharga bahwa kedisiplinan selama sebelas bulan itu tetap ada celah seperti saat makan. Sebelumnya ada juga penelitian yang menemukan bahwa para tenaga kesehatan yang tertular saat mereka istirahat untuk makan dan terpaksa membuka masker,” tutur Wiku.

Adapun dengan terpaparnya kepala BNPB, menerapkan protokol saat makan menjadi penting digalakan. Berikut protokol makan di masa pandemi yang wajib diterapkan untuk menghindari penularan virus:

1. Hindari makan bersama dengan orang lain. Jika terpaksa, sebaiknya tidak dalam jumlah banyak.

2. Jika terpaksa harus lepas masker saat makan bersama, patuhi  protokol jaga jarak dengan lebih ketat. Minimal jarak dengan 1.5 meter antara orang yang duduk bersebelahan kiri dan kanan dan 2 meter jika duduk berhadapan.

3. Dilarang berbicara ketika makan. Jika terpaksa bicara kenakan kembali masker saat berbicara.

4. Makan bersama dalam ruangan tertutup paling lama 1 jam.

Kepala BNPB kini tengah melakukan isolasi mandiri sambil terus memantau perkembangan penanganan Covid-19 dan penanganan bencana di berbagai daerah.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait