Angka Kematian di Jawa-Bali Menurun Saat PPKM Mikro

Angka kenaikan kasus dan angka kematian tertinggi sudah tidak lagi didominasi oleh pulau Jawa.
Image title
Oleh Arofatin Maulina Ulfa - Tim Riset dan Publikasi
27 Februari 2021, 12:30
Sejumlah petugas mengusung jenazah untuk dimakamkan dengan protokol COVID-19 di TPU Kelurahan Winongo, Kota Madiun, Jawa Timur, Selasa (23/2/2021). Berdasarkan data Pemprov Jawa Timur terdapat penambahan angka kematian akibat COVID-19 di Jawa Timur pada S
ANTARA FOTO/Siswowidodo/wsj.

Kasus positif Covid-19 di Tanah Air mengalami penambahan 8.493 kasus positif per 25 Februari 2021. Hingga kini, jumlah kasus aktif mencapai 157.705 kasus atau 12,0 persen. Angka ini masih di bawah rata-rata dunia 19,30 persen. Jumlah kasus sembuh juga mengalami peningkatan menjadi 1.121.141 kasus atau 85,3 persen dibandingkan rata-rata dunia 78,45 persen. Sementara kasus meninggal sebesar 35.518 kasus atau 2,7 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata dunia yakni 2,22 persen. 

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro tingkat RT/RW di kabupaten/kota di Pulau Jawa dan Bali menunjukkan hasil signifikan. Hal ini dilihat dari angka kenaikan kasus dan angka kematian tertinggi sudah tidak lagi didominasi oleh Pulau Jawa.

"Hal ini sejalan dengan perkembangan yang diharapkan. Mengingat saat ini kita sudah memasuki minggu ketiga pelaksanaan PPKM mikro tingkat RT/RW Pulau Jawa dan Bali," ujar Wiku memberi keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Graha BNPB, Kamis (25/2). 

Data per 21 Februari 2021, secara persentase angka kematian mingguan menurun sebesar 5,43 persen. Terdapat 5 provinsi luar Jawa dengan kenaikan angka kematian tertinggi. Di antaranya Sumatera Utara naik 8 persen, Sulawesi Selatan naik 6 persen, Riau naik 5 persen, Kepulauan Riau dan Kalimantan Tengah naik 4 persen. 

Pada perkembangan kesembuhan mingguan, tercatat penambahan sebesar 12,5 persen. Namun kenaikan tersebut dinilai belum sesuai yang diharapkan, karena angkanya lebih rendah dari minggu-minggu sebelumnya.

Meskipun demikian ada, 5 provinsi yang mencatatkan angka kesembuhan mingguan tertinggi, yakni Jawa Barat naik 1.823, Kalimantan Utara 701, Nusa Tenggara Timur naik 492, Kalimantan Selatan naik 290 dan Bali naik 174.

Adapun pada penambahan kasus positif minggu ini mengalami kenaikan 2,61 persen dibandingkan minggu sebelumnya. Lima provinsi dengan kenaikan tertinggi yaitu Jawa Barat naik 12.069, Banten naik 834, Kalimantan Selatan naik 225, Kalimantan Tengah naik 200 dan Jawa Tengah naik 144. 

"Secara umum kenaikan kasus dan kematian tertinggi sudah tidak lagi didominasi pulau Jawa dan Bali. Bahkan provinsi di Pulau Jawa tidak ada yang masuk 5 provinsi dengan kematian tertinggi minggu ini," ucap Wiku. 

Untuk itu pemerintah daerah diharapkan agar terus meningkatkan upaya 3T yaitu testing, tracing dan treatment. Sementara masyarakat diminta terus menerapkan 3M  secara disiplin, yaitu menggunakan masker, menjaga jarak dan menjauhi keramaian.

"Dengan diterapkannya PPKM mikro di Pulau Jawa dan Bali, diharapkan dapat memfokuskan penanganan di level terkecil sehingga dapat menghasilkan perkembangan kasus kearah yang lebih baik," tutur Wiku. 

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait