Saka Siapkan Rp 136 Miliar untuk Mengebor 9 Sumur Gas di Amerika

Target produksi gas serpih tahun depan 200 MMscfd.
Anggita Rezki Amelia
26 Oktober 2018, 17:30
Blok migas
Katadata
ilustrasi.

PT Saka Energi Indonesia berencana mengebor sejumlah sumur pengembangan di Lapangan Fasken, Amerika Serikat tahun depan. Tujuan pengeboran itu untuk mempertahankan produksi gas serpih (shale gas) di lapangan tersebut.

Direktur Utama Saka Tumbur Parlindungan mengatakan saat ini rata-rata produksi Lapangan Fasken sudah sesuai target yakni 200 juta kaki kubik per hari (MMscfd). Namun, agar produksi terjaga, perlu pengeboran sumur. "Sembilan well yang akan dibor," kata dia kepada Katadata.co.id, Jumat (26/10).

Biaya pengeboran sumur tahun depan masing-masing sekitar US$ 3 juta. Jadi jika mengebor sembilan sumur anak usaha PT Perusahaan Gas Negara (PGN) butuh US$ 27 juta atau Rp 410 miliar. Tahun depan target produksi Fasken masih sama dengan tahun ini yakni 200 MMscfd.

Tahun ini, Saka mengebor 12 sumur di Lapangan Fasken. Menurut Tumbur pengeboran 12 sumur itu sudah rampung pada semester I tahun ini. "Sudah selesai dari Juni kemarin," kata dia.

Lapangan Fasken terletak di Webb County, Texas bagian Selatan, Amerika Serikat. Saka melalui anak usahanya Saka Energi Fasken LLC mulai masuk mengelola lapangan itu pada Juli 2014 lalu dengan hak kelola 36%. Sisanya dimiliki oleh SilverBow Resources yang sebelumnya bernama Swift Energy sebesar 64%, SilverBow Resources juga bertindak sebagai operator Lapangan Fasken.

Lapangan Fasken diperkirakan memiliki kandungan shale gas sekitar 1 triliun cubic feet gas (TFC). Infrastruktur pipa gas yang mendukung lapangan ini memiliki kapasitas hingga 250 mmscfd dan dapat melalui kilang LNG yang ada di Texas.

Saat ini Saka Energi memiliki 12 hak kelola di blok migas dalam negeri dan satu di luar negeri.  Blok yang sudah berproduksi adalah Muara Bakau, Pangkah, Bangkanai, Ketapang, Muriah, Southeast Sumatera, dan Blok Fasken yang berada di Amerika Serikat.

(Baca: PGN Batasi Saka untuk Kelola Blok Migas Baru)

Sementara lima blok lainnya belum menghasilkan minyak atau gas karena masih dalam tahap eksplorasi. Blok tersebut yakni West Bangkanai, Wokam II, South Sesulu, Pekawai dan West Yamdena.

Video Pilihan

Artikel Terkait