Tak Ekonomis, Banyak Kontraktor Kembalikan Blok CBM

Ada 22 wilayah yang dikembalikan ke pemerintah. Sedangkan yang masih aktif tinggal 32 wilayah kerja.
Anggita Rezki Amelia
15 Oktober 2018, 18:32
Blok migas
Katadata

Kementerian energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan beberapa kendala pengembangan blok jenis Gas Metana Batubara (Coal Bed Methane/CBM). Salah satu penyebabnya adalah harga minyak dunia.

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengatakan pengembangan CBM akan ekonomis apabila harga minyak dunia meningkat di atas US$ 100 per barel. Sementara saat ini harga minyak dunia berada di kisaran US$ 80 per barel.

”Itu saya dengar dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi," kata " kata dia di dalam rapat dengar pendapat dengan komisi VII DPR di Jakarta, Senin (15/10).

Kendala lainnya dalam pengembangan Blok CBM adalah lingkungan seperti perizinan untuk lahan. Lalu ada kendala biaya, karena pengembangannya membutukan teknologi.

Advertisement

Karena tidak ekonomis, banyak kontraktor mengembalikan blok jenis CBM ke pemerintah. Menurut Djoko, ada 22 wilayah kerja yang sudah diterminasi.

Adapun blok CBM yang masih aktif berjumlah 32. Semuanya masih berstatus eksplorasi. Namun, dari 32 blok itu, ada sembilan blok yang kini tengah dalam tahap uji coba produksi.

Satu di antara blok yang diuji coa itu kini sudah tahap pengajuan proposal pengembangan (Plan of Development/PoD) pertama. Blok tersebut adalah Blok CBM Tanjung Enim di Sumatera Selatan. "Ini kalau berhasil adalah CBM yang komersial," ujar dia.

Djoko berharap Menteri ESDM menyetujui PoD I Tanjung Enim dalam waktu dekat. Apalagi, Dart Energy sebagai kontraktor, sudah mau menurunkan biaya proyeknya menjadi di bawah 50%. Itu bisa menekan penggantian biaya operasi (cost recovery) proyek tersebut.

(Baca: Tanjung Enim Siap Ukir Sejarah Jadi Blok CBM Pertama yang Berproduksi)

DPR pun menyoroti lambannya kinerja pemerintah dalam pengembangan CBM tersebut. Wakil Ketua Komisi VII Syaikhul Islam meminta Kementerian ESDM agar segera menyusun peta jalan pengembangan CBM.

Dengan peta jalan itu harapannya blok-blok jenis CBM yang ada di Indonesia bisa dikembangkan lebih lanjut. "Komisi VII DPR RI bersepakat dengan Kementerian ESDM untuk menyusun road map (peta jalan) strategi nasional pengembangan energi baru berbasis batubara antara lain, gasifikasi batubara, pencairan batubara, dan gas metana batubara," ujar dia.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait