Kajian Hilirisasi Batu Bara Jadi Urea di Tanjung Enim Segera Tuntas

Bukit Asam akan mengubah batu bara menjadi urea sebagai pupuk, dimethyl ether (DME) dan polypropelene, dan bahan baku plastik.
Image title
Oleh Fariha Sulmaihati
28 Desember 2018, 23:00
Bukit Asam (www.ptba.co.id)
www.ptba.co.id
Bukit Asam (www.ptba.co.id)

PT Bukit Asam Tbk menargetkan studi kelayakan (feasibility study) hilirisasi batu bara di Tanjung Enim, Sumatera Selatan, selesai Maret 2019. Jika proyek ini selesai, perusahaan akan memiliki nilai tambah terhadap batu bara yang diproduksikannya.

Direktur Utama Bukit Asam Arviyan Arifin mengatakan belum bisa memberikan penjelasan terkait proyek tersebut sebelum studi selesai. "Ini memerlukan waktu, setelah studi kelayakan selesai saya baru berani menyampaikan lebih detail," kata dia di Jakarta, Jumat (28/12).

Nantinya, Bukit Asam akan mengubah batu bara menjadi urea sebagai pupuk, dimethyl ether (DME) dan polypropelene, dan bahan baku plastik. Dalam proyek tersebut perusahaan berpelat merah ini bekerja sama dengan PT Pertamina (Persero), PT Pupuk Indonesia (Persero), dan PT Chandra Asri Petrochemical.

Kerja sama ini diawali dengan pendandatanganan pokok-pokok perjanjian yang dilakukan pada 8 Desember 2017. Untuk menunjang kerjasama ini, akan dibangun pabrik pengolahan gasifikasi batu bara di mulut tambang Tanjung Enim, Sumatera Selatan.

Proyek itu akan berada pada satu lokasi yang sama dengan PLTU Mulut Tambang Sumsel 8. Pembangunan pabrik pengolahan gasifikasi batu bara rencananya mulai beroperasi pada November 2022.

Bukit Asam berharap dapat memenuhi kebutuhan sekitar 400 ribu ton DME per tahun dan 450 ribu ton Polypropylene per tahun. Dengan target pemenuhan kebutuhan sebesar itu, diperkirakan kebutuhan batu bara sebagai bahan baku sebesar 9 juta ton per tahun.

(Baca: Studi Kelayakan Angkutan Batu bara Tanjung Enim Rampung 2019)

Selain di Tajung Enim, Bukit Asam juga membangun pabrik hilirisasi di Peranap Riau. Targetnya, studi kelayakan ini selesai Juni 2019. Dalam proyek hilirisasi batu bara kedua ini, Bukit Asam bekerja sama dengan PT Pertamina (Persero) dan Air Products and Chemicals Inc. Air Products adalah perusahaan berbasis di Amerika Serikat yang telah mengakuisisi paten atau teknologi gasifikasi batu bara Shell pada 2018.

 

Video Pilihan

Artikel Terkait