BI Yakin Rupiah Akan Stabil Jelang Pilpres

BI akan selalu memantau pasar bahkan melakukan intervensi bila diperlukan
Image title
Oleh
4 Juli 2014, 16:03
Rupiah
Arief Kamaludin|KATADATA
KATADATA | Arief Kamaludin

KATADATA ? Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo yakin nilai tukar rupiah akan stabil menjelang pemilihan presiden (pilpres) pada 9 Juli 2014. Keyakinan ini menyusul pernyataan Mahkamah Agung (MA) yang memastikan pilpres hanya satu kali putaran.

?Selain itu kedua calon presiden (capres) komitmen pilpres damai. Itu positif di 2014,? ujar dia, seusai Rapat Kebijakan Meja Bundar BI dengan pemerintah, di Gedung BI, Jakarta, Jum?at (4/7).

Melemahnya nilai tukar rupiah beberapa waktu lalu, kata Agus, karena adanya pembayaran kewajiban luar negeri, seperti deviden atau bunga. Sehingga menimbulkan tekanan pada rupiah. Menurutnya pelemahan rupiah ini tidak berkaitan secara langsung dengan persaingan pilpres yang semakin ketat.

Namun, untuk antisipasi hasil pilpres (siapapun yang akan menang), Agus menyatakan akan tetap berupaya menjaga inflasi dan defisit transaksi berjalan. ?Tahun lalu defisit transaski berjalan 3,3 persen, saat ini kita harap lebih rendah dari 3 persen atau dari US$ 29 milliar,? ujarnya.

Advertisement

Beberapa analis memprediksi pelemahan rupiah yang terjadi beberapa waktu lalu, merupakan respons dari semakin ketatnya hasil perolehan survei suara kedua pasangan calon presiden. Ada juga prediksi bahwa pelemahan rupiah adalah akibat surplus neraca perdagangan tidak sesuai dengan ekspektasi pasar. (baca: Rupiah Melemah, Pasar Antisipasi Hasil Pilpres)

Meski demikian BI tetap melakukan upaya antisipasi jika pelemahan rupiah terus terjadi saat menjelang pilpres. Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo menambahkan untuk mengantipasi pelemahan rupiah jelang pilpres, BI akan selalu memantau pasar bahkan melakukan intervensi bila diperlukan.  

Hal ini, ?Sudah kami lakukan sejak tahun lalu saat ada tekanan, dan saat kemarin ada persepsi di pasar mengenai pilpres,? ujar Perry.

Beberapa hari terakhir, nilai tukar rupiah memang sempat menyentuh kisaran Rp 12.100 per dollar Amerika Serikat. Berdasarkan kurs tengah BI kemarin (3/7), rupiah sudah berada pada level Rp 11.963 per dollar, melemah dibandingkan pada 2 Juli 2014 sebesar Rp 11.854, dan Rp 11.798 pada 1 Juli 2014.

Reporter: Desy Setyowati
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait