Pembangunan Infrastruktur, Sampai di Mana

Image title
Oleh
3 Juni 2015, 18:16

KATADATA ? Hasil pembangunan infrastruktur baru bisa dirasakan dalam jangka panjang. Maka, terlalu dini untuk menilai berhasil atau gagalnya upaya pemerintah. Target yang ditetapkan pun memang tak mudah dicapai, misalnya pembangunan pembangkit 35.000 mega watt (MW) dan peningkatan produksi padi menjadi 73,4 juta ton di tahun ini.

Dalam hal pembangunan pembangkit, ada yang menilai pemerintah tidak realistis. Padahal, target 35.000 MW diperhitungkan untuk mengantisipasi krisis energi akibat meningkatnya kebutuhan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Menurut proyeksi pemerintah, dalam satu tahun hingga 2019, dibutuhkan pembangkit baru berkapasitas 7.000 MW.

Di sektor pertanian, rencananya ada 11 bendungan yang tahun ini akan dimulai konstruksinya. Bila kelak berfungsi, bendungan-bendungan ini akan meningkatkan produktivitas pertanian hingga 30 persen. Saat ini sudah lima bendungan dalam status pembangunan. Sisanya akan digarap di semester kedua.

Tak hanya memastikan proyek berjalan, pemerintah juga melakukan sejumlah terobosan untuk kelancaran pembangunan. Keruwetan perizinan yang sering dikeluhkan pelaku industri pun secara perlahan sudah mulai dibenahi, seperti pelimpahan perizinan yang terkait kelistrikan dari PLN ke Perizinan Terpadu Satu Pintu di Badan Koordinasi Penanaman Modal.

Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Dedy Supriadi Priatna, telah menetapkan 10 proyek prioritas untuk percepatan pembangunan infrastruktur, dengan nilai investasi mencapai Rp 255 triliun. Proyek-proyek tersebut akan menjadi percontohan pembangunan infrastruktur lainya.

Reporter: Leafy Anjangi
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.