TV Analog Mati, Warga Bandung hingga Solo Wajib Beralih ke TV Digital

Aryo Widhy Wicaksono
3 Desember 2022, 14:11
Pedagang menjelaskan pemakaian perangkat set top box TV Digital di Pasar Raya Padang, Sumatera Barat, Jumat (4/11/2022).
ANTARA FOTO/Muhammad Arif Pribadi/wsj.
Pedagang menjelaskan pemakaian perangkat set top box TV Digital di Pasar Raya Padang, Sumatera Barat, Jumat (4/11/2022).

Siaran TV analog pada beberapa daerah di Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Tengah dan kawasan Kepulauan Riau telah dimatikan atau Analog Switch Off (ASO) Pukul 24.00 WIB dini hari tadi (3/12), sehingga hanya dapat menikmati siaran TV digital.

Hal ini berdampak kepada warga di kawasan Jawa Barat 1 yang meliputi Kab. Bandung, Bandung Barat, Kota Bandung, dan Cimahi. Lalu DI Yogyakarta adalah Kab. Kulon Progo, Bantul, Sleman, Klaten, Sukoharjo, Karanganyar, serta Kota Yogyakarta, dan Solo. 

Kemudian di Jawa Tengah 1, yakni Kab. Boyolali, Sragen, Grobogan, Kudus, Demak, Semarang, Kota Salatiga, dan Semarang. Terakhir di Kepulauan Riau 1, meliputi Kab. Bintan, Karimun, serta Kota Batam dan Tanjung Pinang.

Apabila warga di kawasan tersebut mendapati TV mereka tidak menampilkan gambar atau menghadirkan suara, Kementerian Komunikasi dan Informatika atau Kominfo, mengimbau agar segera membeli Set Top Box (STB) untuk menangkap siaran TV digital.

"Kepada masyarakat yang sehari-harinya menggunakan televisi analog dianjurkan mempersiapkan perangkat televisi di rumah untuk menangkap siaran digital," ujar Direktur Penyiaran Kementerian Kominfo Geryantika Kurnia, Sabtu (3/12).

Penggunaan STB hanya diperlukan untuk televisi yang belum dilengkapi alat penerimaan siaran digital DVB-T2.

Gery pun menyampaikan apresiasi Kementerian Kominfo atas kerja sama dan kesepakatan Lembaga Penyiaran Swasta serta pemangku kepentingan lainnya untuk menghentikan siaran TV analog di kawasan tersebut sejak dini hari tadi.

Minat Publik untuk Beralih ke TV Digital

HARGA SET TOP BOX NAIK TAJAM
HARGA SET TOP BOX NAIK TAJAM (ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/aww.)

 

Kondisi ini melanjutkan proses ASO yang dilakukan di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) sejak awal bulan lalu (3/11).

Menurut Gery, sejak perubahan ASO di kawasan Jabodetabek, Nielsen Audience Measurement mencatat tingkat kepemirsaan siaran televisi digital di kawasan tersebut berangsur pulih hingga 70 persen.

Sementara berdasarkan perusahaan riset Conviva, tren streaming atau menonton konten/siaran digital secara langsung tanpa download memang terus menguat di seluruh dunia.

Dalam laporan State of Streaming edisi September 2022, Conviva menyatakan durasi aktivitas menonton konten/siaran digital secara global naik 14% (year-on-year/yoy) pada kuartal II 2022.

Advertisement

ASO di Jabodetabek juga memberikan pengaruh kepada minat masyarakat di kota-kota besar lain dalam beralih ke siaran digital. "Rata-rata peningkatan 42-59 persen dalam tiga pekan terakhir," jelasnya.

Gery berharap ASO di Indonesia dapat lebih cepat tercapai secara nasional, seiring bertambahnya daerah yang beralih sepenuhnya ke siaran TV digital.

Channel Siaran TV Digital

Berdasarkan penelusuran Katadata.co.id, berikut saluran TV digital di daerah yang terdampak ASO dini hari tadi:

Bandung (Jawa Barat)
1. Channel 31 UHF (554 MHz)

RCTI, GTV, MNCTV, iNews

2. Channel 32 UHF (562 MHz)

Metro TV, Magna Channel, BNTV

3. Channel 35 UHF (586 MHz)

TVRI Nasional, TVRI Jawa Barat, Net TV

4. Channel 39 UHF (618 MHz)

SCTV, Indosiar, O Channel, Mentari TV, Rajawali TV

5. Channel 45 UHF (666 MHz)

Trans TV, Trans 7, CNN Indonesia, CNBC Indonesia, Kompas TV

6. Channel 47 UHF (682 MHz)

TV One, ANTV

Jawa Tengah (Semarang)

1. Channel 28 UHF (530 MHz) 

TVRI Jawa Tengah, TVRI Nasional, TVRI Jawa Tengah, TVRI Kanal 3, TVRI Sport HD, TATV, TVKU, MJTV

2. Channel 32 UHF (562 MHz)

SCTV, Indosiar, O Channel, Mentari TV

3. Channel 36 UHF (594 MHz)

Metro TV, Magna Channel, BNTV, Rajawali TV

4. Channel 40 UHF (626 MHz)

TV One, ANTV

5. Channel 42 UHF (642 MHz)

Trans TV, Trans7, CNN Indonesia, CNBC Indonesia, Kompas TV

6. Channel46 UHF (674 MHz)

RCTI, GTV, MNCTV, iNews

DI Yogyakarta

1. Channel 25 UHF (506 MHz) 
SCTV, Indosiar, O Channel, Mentari TV

2. Channel 27 UHF (522 MHz)

Metro TV, Magna Channel, BNTV

3. Channel 29 UHF (538 MHz)
TVRI Yogyakarta, TVRI Nasional, TVRI jawa Tengah, TVRI Kanal 3, TVRI Sport HD

4. Channel 35 UHF (586 MHz)

TV One, ANTV

5. Channel 41 UHF (634 MHz)
RCTI, GTV, MNCTV, iNews

6. Channel 47 UHF (682 MHz)

Trans TV, Trans 7, CNN Indonesia

Kepulauan Riau 1 

1. Channel 42 UHF:
SCTV, Indosiar, O Channel, Mentari TV

2. Channel 44 UHF:
RCTI, MNC TV, GTV, iNews

3. Channel 46 UHF:

Trans TV, Trans 7, CNN Indonesia, CNBC Indonesia, Metro TV

4. Channel 48 UHF:

TVRI Nasional, TVRI Riau, TVRI World, TVRI Sports HD, Nustantara HD (NTV), Batam TV, Net TV, RTV HD

Reporter: Lenny Septiani
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait