Geliat Sektor Konstruksi, Pendapatan United Tractors Naik 69%

Penulis: Asep Wijaya

Editor: Safrezi Fitra

9/8/2017, 21.10 WIB

Kontribusi pendapatan dari sektor pertambangan sepanjang semester I tahun ini sebesar 58,5 persen, turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 65,4 persen

United Tractor
United Tractor
United Tractor

Industri konstruksi yang sedang tumbuh, berdampak signifikan terhadap PT United Tractor Tbk. Pendapatan United Tractor sepanjang enam bulan pertama tahun ini mencapai Rp 29,4 triliun, naik 30,4 persen dibandingkan semester I tahun lalu. Pertumbuhan sektor konstruksi lebih tinggi dibandingkan sektor tambang. 

Pada semester I-2017, sektor pertambangan menyumbang 58,5 persen dan sektor konstruksi 41,5 persen. Porsi pertambangan turun dari semester I-2016 yang mencapai 65,4 persen. Industri tambang yang lesu, terutama batu bara, membuat pertumbuhan penjualan di sektor ini rendah. United Tractor mencatat penjualan batu bara nasional semester I-2017 turun hingga 18 persen dari 4.46 juta ton, menjadi 3,63 juta ton.

Meski penjualan batu bara menurun, produksi batu bara dalam negeri tetap naik sebesar 4 persen dan kegiatan pemindahan tanah naik 6 persen. Hal ini membuat United Tractor tetap bisa mendapat pertumbuhan penjualan alat berat merek Komatsu di sektor pertambangan. (Baca: Aturan Stabilisasi Investasi Tambang Ditargetkan Selesai Bulan Ini)

Penjualan Komatsu naik hingga 69 persen menjadi 1.751 unit pada semester I-2017. Sekitar 51 persen penjualan Komatsu disumbang dari sektor pertambangan. Padahal, semester I tahun lalu kontribusi penjualan Komatsu di sektor ini hanya 23 persen.

Direktur Utama United Tractors Gidion Hasan menargetkan penjualan Komatsu sebanyak 3.250 unit tahun ini. Target ini dinilai realistis mengingat geliat industri di sektor pertambangan terlihat akan membaik. Ekspektasi akan tetap kuatnya harga batubara turut mendorong volume permintaan alat berat yang terus berlanjut hingga akhir tahun. 

“Semoga sektor ini (pertambangan/batubara) tetap membaik, agar membawa dampak positif juga bagi perusahaan,” kata dia saat konferensi pers Public Expose di BEI, Rabu (9/8).  (Baca: PLN Kantongi Restu Pemerintah Miliki Tambang Batubara)

Direktur Keuangan United Tractors Iwan Hadiantoro optimistis kinerja keuangan perusahaan pada semester II-2017 akan semakin baik. Salah satu penyumbang pendapatan terbesar kedua diharapkan berasal dari penjualan alat berat, termasuk Komatsu.

Selain menjual Komatsu, perusahaan, pada semester I-2017, juga melakukan penjualan terhadap produk merek lain, seperti UD Trucks yang tercatat meningkat dari 217 unit menjadi 276 unit. Scania Truck dan bus meningkat dari 246 unit menjadi 553 unit. Penjualan suku cadang dan jasa pemeliharaan alat berat meningkat 16 persen menjadi Rp 3,2 triliun.

Peningkatan pendapatan hingga 30,4 persen membuat anak usaha PT Astra International Tbk. berhasil membukukan laba bersih hingga Rp 3.42 triliun. Perolehan laba bersih meningkat hingga 84,6 persen dibandingkan semester I-2016 yang hanya 1,85 triliun.

Penjualan Alat Berat United Tractor
(United Tractor)

 

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha