Jonan Surati Jokowi, Minta Resmikan Pembangunan Kilang Balikpapan

Penulis: Anggita Rezki Amelia

Editor: Arnold Sirait

1/11/2017, 18.54 WIB

“Kami berharap sekiranya bapak presiden berkenan simbolis meninjau atau groundbreaking,” ujar Jonan.

jokowi jonan
ANTARA FOTO/Rosa Panggabean
Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Menteri ESDM Ignasius Jonan sebelum rapat terbatas tentang Evaluasi Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional dan Program Prioritas Provinsi DKI di Kantor Kepresidenan Jakarta di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Sel

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan optimistis proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) atau modifikasi kilang minyak di Balikpapan masih berjalan sesuai dengan rencana. Bahkan, rencananya peletakan batu pertama proyek ini dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Untuk mewujudkan itu, Jonan sudah menyurati Jokowi. “Kami berharap sekiranya bapak presiden berkenan simbolis meninjau atau groundbreaking,” ujar dia berdasarkan keterangan resminya, Rabu (1/11).

Menurut Jonan, proyek ini harus tetap dilaksanakan karena sudah menjadikan komitmen pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla (JK). Dengan begitu bisa mengimplementasikan nawacita di sektor Energi dan Sumber Daya Mineral.

Proyek kilang Balikpapan terdiri dari dua tahap. Tahap pertama selesai tahun 2019 dan tahap kedua pada 2021 atau lebih cepat 22 bulan dari yang ditargetkan. Proyek RDMP diperkirakan membutuhkan pendanaan US$ 4,6 miliar.

Menurut Jonan, Kilang Balikpapan yang kapasitas produksinya saat ini 260.000 barel per hari (bph), akan meningkat menjadi 360.000 bph setelah dimodifikasi. Pertamina sendiri yang akan mengerjakan proyek tersebut.

Nantinya produk-produk Bahan Bakar Minyak (BBM) dari kilang Balikpapan ini akan meningkat hingga memenuhi spesifikasi Euro 5 dari sebelumnya Euro 2. “Saya kira memulai pekerjaan sudah dari 6 bulan dari sekarang termasuk Bontang, Balikpapan, Tuban, Cilacap,” ujar Jonan.

(Baca: Kilang Balikpapan Siap Produksi BBM Kualitas Euro 5)

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur juga meminta kepada Menteri Jonan untuk tetap melanjutkan proyek kilang, tidak hanya Balikpapan, tapi juga Bontang yang berkapasitas 300 ribu barel per hari (bph). “Dengan pembangunan kilang tersebut bisa menampung potensi migas dan mempercepat (pertumbuhan) industri,” kata Asisten II Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Provinsi Kalimantan Timur, Ichwansyah.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan