Bank DKI Gandeng Gojek untuk Kembangkan Transaksi Elektronik

Penulis: Dimas Jarot Bayu

Editor: Pingit Aria

7/11/2017, 15.02 WIB

Selain Bank DKI, Go-Jek sendiri telah bekerja sama dengan 13 bank untuk mendukung transaksi nontunai melalui Go-Pay.

gopay gojek
Arief Kamaludin|KATADATA

PT Bank DKI menjalin kerja sama dengan PT Go-Jek Indonesia untuk menggenjot transaksi uang elektronik di wilayah DKI Jakarta. Selain itu, kerjasama juga dilakukan untuk perluasan kanal pembayaran pajak dan retribusi.

Direktur Bisnis Bank DKI, Antonius Widodo Mulyono mengatakan, kerja sama ini mencakup interoperabilitas uang elektronik dan interkoneksi ekosistem pembayaran. Hal ini dilakukan dengan menyambungkan aplikasi Go-Jek dengan JakOne mobile yang dimiliki oleh Bank DKI.

JakOne mobile merupakan aplikasi layanan keuangan yang terdiri dari mobile banking dan mobile wallet Bank DKI. "Dalam nota kesepahaman ini diatur operabilitas, ada Go-Pay ada JakOne, itu bisa saling mengisi ulang. Harapan kami satu dua bulan ini kami bisa menyambungkan sistemnya," kata Widodo di Jakarta, Selasa (7/11).

Widodo berharap kerja sama ini dapat  meningkatkan jumlah pengguna JakOne Mobile. Sebab, saat ini aplikasi Go-Jek telah diunduh lebih dari 55 juta kali dan telah menghubungkan pengguna dengan lebih dari 400 ribu mitra pengemudi, 100 ribu penjual makanan, serta 30 ribu penyedia layanan lainnya.

(Baca juga:  Bos Gojek: Transaksi GoFood Kalahkan Pemesanan Makanan Online India)

Adapun, lebih dari 50% transaksi Go-Pay dilakukan dari Jakarta. Dengan melihat potensi tersebut, dia menargetkan adanya pertambahan 5-10% dari 16 ribu pengguna JakOne Mobile. "Kalau kami bisa ikut barang 5-10% itu sudah bagus sekali," kata Widodo.

Widodo juga berharap dengan adanya kerja sama ini dapat meningkatkan nilai transaksi dari pengguna JakOne Mobile. Widodo menjelaskan, secara kumulatif sejak Januari - Oktober 2017, frekuensi transaksi JakOne Mobile baru mencapai 20 ribu kali dengan nilai Rp 17 miliar. "Kami mau genjot supaya akhir tahun jumlah transaksi bisa 60 ribu," kata Widodo.

Sementara, lanjut Widodo, Go-Jek sendiri bisa mendapatkan keuntungan dari kerja sama ini melalui potensi pasar yang dimiliki Bank DKI. Saat ini, nasabah Bank DKI yang berasal dari Pegawai Negeri Sipil sebanyak 72 ribu orang. 

(Baca juga:  Ikuti GoPay, GrabPay dan TokoCash Perluas Layanan E-Money)

Kemudian, terdapat ribuan pekerja yang berasal dari lebih dari 20 Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang dimiliki Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Go-Jek juga berpotensi memiliki pasar dari para pedagang di 150 pasar yang dikelola PD Pasar Jaya, salah satu BUMD milik Pemprov DKI Jakarta. Selain itu, terdapat pula 2000 sekolah yang dikelola Pemprov DKI Jakarta.

"Bank Dki punya banyak potensi tinggal action plan yang saling melengkapi. Tentu prinsip win-win solution jangan ditinggalkan," kata Widodo.

Chief Marketing Officer Go-Jek Piotr Jakubowksi pun menyambut baik kerja sama ini. Menurutnya, banyak peluang terbuka melalui kerja sama dengan Bank DKI ini. "Kami berharap ini menjadi langkah awal kemudahan masyarakat Jakarta bertransaksi secara non tunai. Hal ini sejalan dengan Go-Pay," kata Piotr.

(Baca juga:  Baru 26 Uang Elektronik Kantongi Izin BI, Termasuk GoPay dan OVO)

Menurut Piotr, saat ini Go-Jek telah bekerja sama dengan 13 perbankan selain Bank DKI. Dia berharap berbagai kerja sama tersebut dapat semakin mendorong ekonomi digital di Indonesia. "Kami selalu terbuka karena tujuannya sama untuk mendorong ekonomi digital," kata Piotr.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan