Kemendag Pantau Distribusi Pangan Jelang Natal dan tahun Baru

Penulis: Michael Reily

Editor: Pingit Aria

17/11/2017, 08.57 WIB

Pengusaha diminta antisipasi kepadatan lalu lintas dan kendala cuaca.

Pangan retail
Katadata | Donang Wahyu

Menteri Perdagagangan Enggartiasto Lukita memanggil para pelaku usaha untuk memastikan ketersediaan pasokan bahan pokok agar harga terjaga. Pedagang beras, minyak goreng, daging beku, dan gula diminta untuk melakukan distribusi ke daerah pada 1 Desember untuk antisipasi Natal dan Tahun Baru.

“Saya minta bulan Desember sudah terdistribusi ke gudang dan pedagang segera melakukan direct order,” kata Enggar kepda wartawan di Auditorium Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis malam (16/11).

Para pelaku usaha diimbau segera melakukan distribusi karena ada dua hal yang diantisipasi menjelang akhir tahun. Pertama, cuaca yang tidak menentu sehingga berpotensi menghalangi pengiriman. Kedua, tingginya pergerakan lalu lintas distribusi menjelang akhir tahun.

(Baca juga:  Sumbang 34,9% PDB Nonmigas, Industri Makanan Tumbuh 9,46%)

Menurut Enggar, tren harga sudah dijaga dengan Harga Eceran Tertinggi (HET), namun pemerintah akan menggelotorkan stok yang dimiliki Bulog jika terjadi kecenderungan naiknya harga.

Ia berharap harga yang diatur pemerintah bakal tetap terjaga. Sebab, sudah ada skema kemitraan retail modern dan warung tradisional. Dengan demikian, harga pembelian pedagang kecil dari retail bisa sama dengan harga pembelian grosir. “Kami sudah bukakan akses pengambilan dengan harga yang sama jadi kita minta mereka kendalikan harga,” jelas Enggar.

Bersama Satgas Pangan, Enggar mengungkapkan bakal memantau perkembangan pasokan dan harga bahan pokok secara terus-menerus. Menurutnya, pengalamannya dua tahun memimpin Kementerian Perdagangan membuat dia yakin pasokan dan harga bakal terjaga.

(Baca juga:  Pemerintah Gencar Salurkan Bansos untuk Dongkrak Daya Beli)

Direktur Utama Bulog Djarot Kusumayakti memastikan stok beras dan gula Bulog cukup hingga tahun depan. “Secara harian ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga harus terus dimonitor,” kata Djarot.

Reporter: Michael Reily

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan