Kembangkan 5 Pelabuhan, Pelindo I Harap Biaya Logistik Turun 30%

Penulis: Miftah Ardhian

Editor: Safrezi Fitra

Rabu 29/11/2017, 17.21 WIB

PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) tengah mengembangkan lima pelabuhan dari total 24 pelabuhan yang didorong untuk mendukung program tol laut.

Tol Laut
Arief Kamaludin|KATADATA
Kapal logistik ini merupakan bagian dari program tol laut yang dicanangkan Presiden Joko Widodo sejak masa awal pemerintahannya.

PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) tengah mengembangkan lima pelabuhan dari total 24 pelabuhan untuk mendukung program tol laut. Dengan pengembangan pelabuhan ini,  Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I yakin bisa menekan biaya logistik hingga 30 persen.

Direktur Utama Pelindo I Bambang Eka Cahyana menjelaskan lima pelabuhan yang sedang dikembangkan tersebut adalah Pelabuhan Malahayati, Pelabuhan Kuala Tanjung, Pelabuhan Dumai, Pelabuhan Belawan, dan Pelabuhan Batam. Lima pelabuhan ini akan mendukung kesuksesan program tol laut. 

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Apabila pelabuhan-pelabuhan ini sudah beroperasi maksimal, akan ada efisiensi biaya logistik yang bisa dicapai. Distribusi barang akan lebih banyak menggunakan kontainer yang diangkut menggunakan kapal laut. "Kalau ada perubahan dari non kontainer ke kontainer, ya bisa lah (turun) 30 persen," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian BUMN, jakarta, Rabu (29/11).

(Baca: Kemenhub Klaim Tol Laut Turunkan Harga Barang Hingga 20%)

Bambang mencontohkan, Pelabuhan Malayahati yang sudah beroperasi saat ini. Pelindo I sudah berinvestasi dengan memberikan satu crane senilai Rp 40 miliar. Sebelumnya untuk membawa satu kontainer, membutuhkan biaya sebesar Rp 17-19 juta. Namun, dengan melewati pelabuhan ini, dengan fasilitas yang ada, biaya logistik bisa ditekan lebih dari 50 persen menjadi hanya sekitar Rp 9 juta.

Selain itu, jumlah kontainer yang bisa diangkut dengan menggunakan kapal laut pun menjadi lebih banyak. Satu kapal bisa mengangkut sebanyak 600 kontainer peti kemas atau setara dengan 12 ribu ton setiap bulannya. Bambang berharap perusahaan yang ada bisa memanfaatkan fasilitas ini untuk mentansportasikan barangnya.

Bambang menekankan untuk semakin mendukung program tol laut ini, setiap ibukota provinsi harus memiliki terminal peti kemas yang mumpuni. Saat ini, Pelindo I tengah mengembangkan terminal peti kemas keperintisan di Sibolga Sumatera Utara, Perawang Sungai Siak Pekanbaru Riau, Dumai, dan Kijang Kepulauan Riau.

Selain itu, Pelindo I juga telah menggandeng PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. (PT PP) untuk mengembangkan Pelabuhan Kuala Enok, Pelabuhan Batu Ampar, Batam dan Terminal Peti Kemas Pelintung. (Baca: Kembangkan Bisnis, Pelindo I Gandeng Belasan BUMN dan Swasta)

Untuk menjalankan proyek-proyek tersebut, Pelindo I akan mencari alternatif pendanaan selain pinjaman perbankan. Rencananya, tahun 2018, Pelindo I akan menerbitkan obligasi berkelanjutan, sekuritisasi aset berupa penjualan future cash flow dari terminal peti kemas Pelabuhan Belawan, dan menggandeng perusahaan lain untuk melakukan sharing equity.

Hingga akhir November tahun ini Pelindo I telah mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp 2,5 triliun. Targetnya, hingga akhir tahun ini Pelindo I bisa memperoleh laba usaha sebesar Rp 1,1 triliun. "Sekarang sudah mendekati target tersebut," kata Bambang.