Melunak di Depan Jokowi, Susi Izinkan Nelayan Kembali Pakai Cantrang

Penulis: Ameidyo Daud

Editor: Pingit Aria

Rabu 17/1/2018, 18.33 WIB

Tak ada batasan waktu sampai kapan cantrang akan diizinkan. Namun, nelayan tetap dilarang untuk menambah kapal cantrang baru.

Susi Pudjiastuti
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Susi Pudjiastuti menyapa nelayan peserta lomba hias kapal di kawasan Pelabuhan Kali Adem, Jakarta, Minggu (7/5).

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti akhirnya melunak. Setelah bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Susi pun mengizinkan nelayan untuk kembali menggunakan cantrang.

Keputusan itu disampaikannya langsung di depan para demonstran yang menggelar aksi di depan Istana Merdeka, Jakarta. Susi pun naik ke atas mobil komando untuk memberikan pernyataan soal cantrang.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Meski penggunaan cantrang kembali diizinkan, namun kapal-kapalnya tetap harus terdaftar dan menjalani uji ukur. Selain itu, nelayan juga hanya diperbolehkan untuk menggunakan armada cantrang yang sudah ada, tidak boleh ada kapal baru.

Susi memang menemui para demonstan usai rapat dengan Jokowi dan beberapa kepala daerah soal cantrang. “Bapak dan Ibu semua yang hadir hari ini keputusan tadi tolong dihormati. Saya tidak mau ada kapal cantrang illegal,” kata Susi, Rabu (17/1).

(Baca juga: Larangan Cantrang Berlaku, 12 Pabrik Surimi Tutup

Selain itu, Susi juga tetap meminta para nelayan beralih ke alat tangkap baru yang ramah lingkungan. Menurutnya, pemerintah pusat serta daerah akan mengupayakan bantuan kredit bagi mereka yang bersedia untuk beralih jaring. "Yang kredit macet juga akan dibantu, tapi tidak boleh bohong ukuran kapal atau digembosi," kata Susi.

Susi juga menyatakan harapannya agar nelayan lokal menguasai laut Indonesia. "Kapal (ikan) asing diapakan? Ditenggelamkan," orasi Susi disambut riuh demonstran.

(Baca juga: Silang Pendapat Kabinet Kerja Soal Isu Penenggelaman Kapal)

Hadi Santoso, Pengurus Asosiasi Nelayan Indonesia Hadi Santoso mengatakan, diperbolehkannya penggunaan cantrang merupakan hasil negosiasi antara Susi,  beberapa kepala daerah, serta para nelayan bersama dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). "Jadi diperpanjang tanpa batasan waktu, tapi tidak boleh menambah kapal.” ujarnya.

Bupati Tegal Enthus Susmono yang turut dalam pertemuan itu menyatakan, dengan keputusan ini, maka nelayan sendiri yang akan menentukan kapan akan berhenti menggunakan cantrang.

Sementara, untuk membuat nelayan secara sukarela meninggalkan cantrang, Enthus menyampaikan bahwa Susi akan segera mengumpulkan direktur perbankan  agar kredit macet nelayan dibantu. "Yang saya senang, para nelayan dan Anak Buah Kapal (ABK) bisa melaut dan cari penghasilan lagi," kata dia.

Reporter: Ameidyo Daud