Harga Gas Blok Kasuri Belum Capai Titik Temu

Penulis: Ihya Ulum Aldin dan Anggita Rezki Amelia

Editor: Arnold Sirait

Kamis 8/3/2018, 19.33 WIB

Pupuk Indonesia menginginkan harga pasar dan sesuai keekonomian industri.

Rig
Katadata

Jual beli gas bumi Blok Kasuri di Papua Barat masih menggantung. Kendalanya adalah penjual dan pembeli belum mencapai titik temu mengenai harga gas tersebut.

Kepala Divisi Monetisasi Minyak dan Gas Bumi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi/SKK Migas Waras Budi Santosa mengatakan rencananya gas dari blok yang dikelola Genting Oil itu akan dibeli PT Pupuk Indonesia. “Cuma belum ketemu pricing-nya,” kata dia di Jakarta, Rabu (7/3).

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Namun, Waras enggan menjelaskan lebih jauh mengenai proses negosiasi itu. Alasannya karena sudah merupakan kewenangan Kementerian Perindustrian.

 Penunjukkan Pupuk Indonesia juga karena perusahaan ini merupakan holding dan Badan Usaha Milik Negara/BUMN. Jadi tujuannya untuk membesarkan perusahaan itu. Apalagi Instruksi Presiden Nomor 1 tahun 2010 yang diteken Susilo Bambang Yudhoyono itu mengamanatkan adanya revitalisasi pabrik pupuk.

Kepala Corporate Communication Pupuk Indonesia Wijaya Laksana tidak membantah memang ada negosiasi dengan Genting Oil untuk gas dari Blok Kasuri. Gas ini nantinya untuk memenuhi kebutuhan untuk industri pupuk di Bintuni, Papua. Apalagi, negosiasi dengan BP juga belum mencapai kata sepakat.

Namun hingga kini, Genting Oil juga belum memberikan alokasi kepada Pupuk Indonesia, termasuk harga. “Jadi belum sampai ada negosaisi mendalam lah. Baru penjajakan istilahnya,” ujar Wijaya kepada Katadata.co.id, Kamis (8/3).

Wijaya belum mau menyebut berapa harga yang diinginkan Pupuk Indonesia. Yang jelas, harga itu harus sesuai dengan harga pasar dan keekonomian industri.

(Baca: Persetujuan Pengembangan Blok Kasuri Tunggu Konsultasi Gubernur Papua)

Keinginan itu pun sudah dibicarakan dengan Kementerian Perindustrian/Kemenperin. “Nanti Kemenperin yang bicara dengan Kementerian ESDM,” ujar Wijaya.