Pegadaian Garap Bisnis Digital di Usia 117 Tahun

Penulis: Pingit Aria

2/4/2018, 13.28 WIB

Pegadaian juga akan merilis produk gadai tanpa bunga.

Pegadaian
Agung Samosir|KATADATA

PT Pegadaian (Persero) meluncurkan Pegadaian Digital Service (PDS) dan Agen Pegadaian dalam rangkaian acara peringatan ulang tahunnya yang ke-117. Aplikasi ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah nasabah yang dilayani dari 9,5 juta orang di tahun 2017 menjadi 11,5 juta nasabah di tahun 2018.

Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Sunarso, investasi Pegadaian pada tahun ini cukup agresif dengan Capex Rp1,2 triliun. Angka ini cukup besar karena akan menjadi modal perseroan untuk menjadi financial company global. 

"Capex yang kami sediakan cukup besar karena kami akan going global. Dari mulai mengoperasionalkan Pegadaian Digital Services, dan agresif mengajak kerjasama agen serta memperluas produk layanan," kata Sunarso dalam siaran persnya dari Jakarta, Ahad (1/4).

(Baca juga: Alarm dari Lapangan Banteng akan Ancaman Fintech bagi Perbankan)

Sementara Direktur Produk Harianto Widodo menyatakan, salah satu produk baru yang akan diluncurkan adalah gadai tanpa bunga yang besaran pinjaman maksimal Rp 500 ribu dengan tenor dua bulan. “Produk ini ditargetkan menjangkau satu juta nasabah tahun ini,“ tuturnya.

Ia menjelaskan, untuk meningkatkan kualitas layanan, Pegadaian terus melakukan digitalisasi proses bisnis. Selain itu, Pegadaian juga meningkatkan kenyamanan layanan di outlet, revitalisasi gudang dan logistik. Sementara jaringan distribusi juga ditingkatkan dengan membuka 6.000 Agen Pegadaian.

Tahun ini, Pegadaian menargetkan omzet sebesar Rp 143,9 triliun. Pendapatan usaha ditargetkan Rp 12,5 triliun, atau meningkat sekitar 19% dibandingkan pendapatan tahun lalu yang mencapai Rp 10,5 triliun. Adapun laba bersih pada 2018 ditargetkan sebesar Rp 2,7 triliun, meningkat 7,14% dari capaian tahun lalu sebesar Rp 2,5 triliun. 

"Performa keuangan perusahaan tahun 2018 diperkirakan akan terus tumbuh positif seiring dengan berlanjutnya pertumbuhan ekonomi nasional yang diperkirakan sebesar 5,4%," tutur Harianto.

(Baca juga: Inilah 13 Fintech yang Akan Berkembang Pesat di Indonesia)

Reporter: Pingit Aria

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan