Go-Jek Dikabarkan Segera Ekspansi ke Filipina

Penulis: Desy Setyowati

Editor: Pingit Aria

Senin 23/4/2018, 22.48 WIB

Sumber Reuters menyatakan bahwa perwakilan Go-Jek akan bertemu otoritas transportasi Filipina pada pekan ini.

Nadiem Makarim
Arief Kamaludin|KATADATA
CEO Go-Jek Indonesia, Nadiem Makarim, saat melakukan tanya jawab pada acara Indonesia Summit 2016 di Jakarta, Kamis, (24/02).

Di tengah unjuk rasa pengemudi ojek online di Jakarta yang menuntut kenaikan tarif, Go-Jek tampaknya semakin matang dengan rencana ekspansinya. Perusahaan rintisan (startup) besutan Nadiem Makarim itu dikabarkan siap beroperasi di Filipina.

Laporan Reuters yang dikutip pada Senin (23/4), menyebut Go-Jek berencana menemui regulator transportasi Filipina. Seorang pejabat pada otoritas transportasi Filipina, Aileen Lizada menyatakan, eksekutif Go-jek akan bertemu dengan regulator Filipina pada pekan ini. Namun, juru bicara Go-Jek menolak untuk memberikan komentar apapun.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Go-Jek memang telah disebut-sebut bakal ekspansi ke empat negara Asia Tenggara tahun ini. Meski, CEO Go-Jek Nadiem Makarim tak menyebut secara detail negara mana saja yang akan disasarnya.

"Persiapan sedang berjalan, dalam beberapa minggu ke depan peluncuran negara baru pertama kali akan diumumkan," demikian yang dikatakan Nadiem dalam email pada Maret 2018 lalu.

(Baca juga: Allianz Suntik Modal Rp 481 Miliar ke Go-Jek)

Kini, Filipina disebut sebagai negara pertama yang akan dituju Go-Jek. Rencana ekspansi Go-Jek ke Filipina ini terungkap tak lama dari keputusan Uber mundur dari bisnisnya di Asia Tenggara untuk bergabung dengan Grab.

Kepergian Uber sempat menimbulkan kekhawatiran pengguna akan potensi kenaikan tarif. Sebab, di beberapa negara, termasuk Filipina, Grab kini praktis menjadi pemain ride-hailing tunggal.

Menurut laporan Reuters, regulator transportasi Filipina pekan lalu telah menyetujui akreditasi perusahaan ride-hailing lokal yakni Hype Transport System Inc, Hirna Mobility Solutions Inc, dan Golag Inc.

Hanya, regulator Filipina tetap membatasi jumlah kendaraan ride-sharing dari seluruh perusahaan sebanyak 65 ribu unit. Regulator pun meninjau angka tersebut tiap tiga bulan agar tidak melebihi dari jumlah yang ditetapkan.

Reporter: Desy Setyowati

Kuis Katadata

Uji Pengetahuan Anda Tentang Pejuang Kemerdekaan Indonesia

Uji Pengetahuan Anda Tentang Pejuang Kemerdekaan Indonesia