Satgas Pangan Ingatkan Pengusaha Tak Mainkan Harga saat Ramadan

Penulis: Dimas Jarot Bayu

Editor: Yuliawati

Rabu 16/5/2018, 19.42 WIB

Satgas Pangan akan mengintensifkan pengawasan ke pasar dan gudang pangan selama ramadan dan jelang lebaran.

Daging Ayam Potong
ANTARA FOTO/Rahmad
Tim gabungan Satgas Pangan memantau ayam potong yang dijual di Pasar Impres Lhokseumawe, Aceh.

Ketua Satuan Tugas Pangan Irjen (Pol) Setyo Wasisto memperingatkan agar para pelaku usaha tak memainkan harga pangan selama Ramadan dan Idul Fitri 1439 H. Tujuannya agar masyarakat dapat melaksanakan puasa dan lebaran dengan nyaman tanpa mengeluhkan tingginya harga pangan.

Setyo mengatakan, saat ini harga gula, minyak dan sebagian besar bahan pokok masih terkendali dan dalam batas wajar acuan pemerintah. Namun, ada beberapa bahan pangan yang harganya lebih tinggi dari acuan pemerintah.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Salah satu bahan pangan tersebut yakni daging ayam dengan harga rata-rata masih di atas Rp 23 ribu per kilogram. Kemudian, harga telur ayam di tingkat kandang dan pasar masih jauh berbeda.

"Harga telur disparitasnya cukup signifikan," kata Setyo di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (16/5).

(Baca juga: Komisioner Baru KPPU Prioritaskan Penanganan Sektor Pangan)

Selain itu, Setyo menyebut harga daging sapi kualitas terbaik harganya saat ini masih di atas Rp 105 ribu per kilogram. Untuk bisa mengatasi mahalnya harga daging sapi, pemerintah menawarkan alternatif daging kerbau untuk dibeli masyarakat.

"Harga daging kerbau itu Rp 80 ribu per kilogram," kata Setyo.

Agar tak ada lonjakan kenaikan harga selama Ramadan dan Idul Fitri, Satgas Pangan akan mengintensifkan pengawasan ke pasar dan gudang pangan. Pengawasan tersebut bakal dilakukan dengan pendekatan lunak, sehingga tak menakuti para pelaku usaha.

Menurut Setyo, pendekatan ini digunakan agar penindakan atas penyimpangan  tak menimbulkan kegaduhan. "Kami harus mencari formula yang tepat dalam penindakan tersebut," kata Setyo.