Angkasa Pura Gratiskan Tarif Pendaratan Selama Arus Balik Lebaran

Penulis: Michael Reily

Editor: Arnold Sirait

Kamis 14/6/2018, 18.49 WIB

Dengan insentif itu harapannya, maskapai bisa melayani penumpang dengan baik.

Pendaratan Pesawat Bandara Ngurah Rai
ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana
Aktifitas pergerakan pesawat di landasan pacu Bandara Ngurah Rai dari Pantai Patra Bali, Kuta, Selasa (15/5).

Angkasa Pura II (AP II) akan memberikan insentif bagi maskapai selama arus balik usai Lebaran. Tujuannya untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pada arus balik. Sehingga maskapai mau menambah jadwal penerbangan.

Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin mengatakan insentif itu berubah pembebasan tarif pendaratan bagi penerbangan tambahan. “Kami berikan diskon 100%,” kata dia di Jakarta, Rabu (13/6).

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Kementerian Perhubungan telah menyetujui 1.690 penerbangan tambahan atau setara 300 ribu kapasitas penumpang di bandar udara (Bandara) AP II. Namun, hingga 13 Juni 2018, realisasinya baru 400 pesawat.

Dengan banyaknya rencana penerbangan tambahan, AP II akan meningkatkan pelayanan jasa. Caranya dengan persiapan sumber daya manusia dengan menambahkan jam operasi.

Selain itu, kesiapan infrastruktur maskapai juga perlu diperhatikan. Maskapai penerbangan harus memberikan pelayanan dengan baik. “Kami akan meng-handle arus balik,” ujar Awaluddin.

Sementara itu, jumlah pemudik yang menggunakan pesawat jelang Lebaran tahun ini diprediksi lebih tinggi daripada 2017 lalu. Bahkan jumlah ini diklaim paling tinggi daripada moda lainnya.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santosa memprediksi jumlah pemudik yang menggunakan pesawat hingga Lebaran tahun ini mencapai 5,9 juta orang. Adapun, tahun lalu hanya sekitar 5,3 juta orang. “Jumlah penumpang pesawat yang paling tinggi daripada moda transportasi lainnya,” kata dia. 

(Baca: Pemudik Jalur Pesawat Diprediksi Meningkat 11% dari Tahun Lalu)

Dengan peningkatan tersebut, Agus meminta agar maskapai bisa mengatur waktu agar pemudik tidak menunggu terlalu lama akibat adanya penundaan jadwal penerbangan. Secara data, hingga kini ketepatan jadwal penerbangan (On Time Performance/OTP) masih 90%.