Rupiah Terus Melemah, Cadangan Devisa Turun di Bawah US$ 120 Miliar

Penulis: Rizky Alika

Editor: Yuliawati

Jum'at 6/7/2018, 19.30 WIB

BI menyatakan posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,2 bulan impor.

Uang dolar
ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Ilustrasi mata uang dolar.

Cadangan devisa per Juni 2018 tergerus di bawah US$ 120 miliar seiring membesarnya kebutuhan intervensi pasar untuk menjaga nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa hingga akhir Juni 2018 sebesar US$ 119,8 miliar atau turun US$ 3,1 miliar dari akhir bulan sebelumnya.

"Penurunan cadangan devisa pada Juni terutama dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi," demikian tertulis dalam siaran pers BI, Selasa (6/7).

 (Baca juga: BI Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Diramal Turun ke Bawah US$ 120 Miliar)

Meski turun, BI menyatakan posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,2 bulan impor atau 6,9 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.

"Cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan."

Ke depan, BI memandang cadangan devisa tetap memadai didukung keyakinan terhadap stabilitas dan prospek perekonomian domestik yang tetap baik, serta kinerja ekspor yang tetap positif.

Adapun total penurunan cadangan devisa dari Januari hingga Juni tercatat sebesar US$ 12,18 miliar. Penurunan terdalam terjadi pada bulan Februari sebesar US$ 3,88 miliar.

(Baca juga: Sri Mulyani Beri Sinyal Rem Impor Buat Meredam Pelemahan Kurs Rupiah)

Sebelumnya, Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Piter Abdullah mengatakan selama ini BI mencoba mengerek bunga acuan untuk mempertahankan pelemahan rupiah sekaligus menahan intervensi. Namun, peningkatan bunga acuan nyatanya tak mampu meredam pelemahan nilai tukar rupiah sesuai ekspektasi BI.

Oleh karena itu, ia memperkirakan BI harus lebih banyak menggunakan cadangan devisa untuk intervensi agar nilai tukar rupiah tidak terus melemah. Meski begitu, ia menekankan masyarakat tak perlu khawatir dengan penurunan cadangan devisa. Sebab, jumlah cadangan devisa masih aman. Ia memperkirakan, saat ini, cadangan devisa masih cukup untuk menutup kebutuhan impor dan pembayaran pokok dan bunga utang selama enam bulan.

Selain itu, fungsi cadangan devisa memang adalah untuk stabilisasi nilai tukar ketika ada shock global dan juga domestik. Menurut dia, informasi mengenai cadangan devisa tersebut perlu disosialisasikan BI secara intensif kepada masyarakat untuk meredam kekhawatiran.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha