Survei LSI Denny JA sebut Lima Tokoh Ideal Jadi Cawapres Jokowi

Penulis: Yuliawati

Selasa 10/7/2018, 17.44 WIB

Elektabilitas Jokowi meningkat, namun jumlah suara yang masih bisa berubah (soft supporters) cukup besar yakni sebesar 37,5%.

Jokowi Papua
ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono (kanan) meninjau Jalur Trans Papua menggunakan motor trail sejauh 7 km di ruas jalan Wamena-Habema, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Rabu (10/5).

Lembaga Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei mengenai tokoh calon wakil presiden yang dianggap layak mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi). Berdasarkan hasil penilaian para ahli (expert), cawapres Jokowi mengerucut menjadi lima tokoh yakni: Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian, Kepala Staf Presiden Moeldoko dan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

"Kelima nama ini bukan berdasarkan ranking. Di luar itu Jokowi pun masih tetap leluasa memilih tokoh lain," kata peneliti LSI Adjie Alfaraby dikutip dari laporan survei, Selasa (10/7). 

LSI menambahkan penilaian para ahli secara kualitatif bertujuan untuk menilai kelayakan setiap cawapres Jokowi. "Kelayakan cawapres untuk memenuhi terbentuknya pemerintahan yang kuat," bunyi laporan survei LSI. 

Para ahli yang dilibatkan berjumlah 30 orang mewakili Indonesia Barat, Indonesia Tengah dan Indonesia Timur. "Penilaian para ahli dianggap tindak lanjut (hasil survei) untuk diseleksi lebih ketat."

(Baca juga: Survei SMRC: Mahfud MD dan Sri Mulyani Dianggap Tepat Jadi Cawapres)

Empat kategori tokoh

Penilaian dari para ahli ini bersumber hasil survei LSI Denny JA kepada 1200 responden setelah pemilihan kepala daerah pada 27 Juni lalu. Survei diadakan pada 28 Juni-5 Juli 2018 dengan metode sampling, multistage random sampling dengan margin error +/- 2,9%.

LSI Denny JA membuat empat kategori kelompok cawapres ideal Jokowi, yakni berdasarkan tokoh partai, tokoh profesional, tokoh aparat hukum, polisi dan militer; dan tokoh agama berpengaruh.

Kategori pertama, tokoh partai yang dianggap sebagai cawapres ideal Jokowi, menempatkan Airlangga Hartarto dengan elektabilitas tertinggi sebesar 35,7%, selanjutnya Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (21,5%), Ketua Umum PPP Romahurmuzy (16%) dan gabungan tokoh lain (18,5%).

Kategori kedua, tokoh profesional yang dianggap dapat menumbuhkan ekonomi, memposisikan Sri Mulyani dengan perolehan tertinggi 32,5%, diikuti Menteri KKP Susi Pudjiastuti (24,5%) dan mantan Menteri Koordinator Ekonomi Chairul Tanjung (17%), dan gabungan tokoh lain (18%).

(Baca juga: Populer Jadi Cawapres, Menteri Susi: Saya Tidak Mencari Panggung)

 

Kategori ketiga tokoh aparat hukum, polisi dan militer, menempatkan Tito Karnavian di posisi teratas dengan perolehan 32,6%, selanjutnya Moeldoko (29%) dan Mantan Panglima TNI Wiranto (25,7%).

Terakhir, tokoh agama berpengaruh, dengan hasil pilihan responden tertinggi yakni Ketua MUI Ma'ruf Amin (21%), Tokoh Muhammadiyah Din Syamsuddin (17,2%), Gubernur Nusa Tenggara Barat Tuan Guru Bajang (12,3%).

Pemilih militan Jokowi rendah

LSI Denny JA juga merekam elektabilitas Jokowi, dengan pertanyaan jika pemilu diadakan saat survei, jumlah responden yang memilih petahana sebanyak 49,30% atau meningkat 3,3% dari hasil survei pada Mei.

"Ada tren kenaikan elektabilitas Jokowi, meski elektabilitasnya masih di bawah 50%,"  bunyi laporan LSI. 

(Baca juga: Kans TGB, Moeldoko & Anies di Bursa Cawapres Jokowi)

Sementara itu, elektabilitas lawan Jokowi - gabungan dari beragam tokoh- cenderung stagnan. Hasil survei Juli sebayak 45,2% dan pada Mei sebesar 44,7%.

LSI Denny JA mencatat, para responden yang belum menentukan pilihan, jumlahnya mengecil (5,5%). Namun, jumlah suara yang masih bisa berubah (soft supporters) sebesar 37,5%.

Dari hasil survei juga diketahui pemilih loyal Jokowi sebesar 32% atau masih di bawah 40%. Sementara pemilih loyal terhadap penantang Jokowi sebesar 30,5%.

Hal penting yang perlu diperhatikan yakni kampanye ganti presiden yang pamornya meningkat dan makin disukai. Pada Juli, pamor kampanye ganti presiden sebesar 60,5%, naik dari Mei dengan tingkat dukungan 50,8%.

 

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha