11 Bank Siap Danai Inalum untuk Kuasai 51% Saham Freeport

Penulis: Anggita Rezki Amelia

Editor: Arnold Sirait

Kamis 12/7/2018, 20.01 WIB

Inalum harus membayar US$ 3,85 miliar untuk menguasai 51% saham Freeport. Sementara itu, kas perusahaannya hanya US$ 1,5 miliar.

holding inalum
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk. Arviyan Arifin (kiri), Direktur Utama PT Inalum Budi Guna Sadikin (kedua kiri), Direktur Utama PT Timah Tbk. Mochtar Riza Pahlevi Tabrani (kedua kanan), Direktur Utama PT Antam Tbk. Arie Prabowo Ariotedjo (kanan) bertumpu tangan bersama seusai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) tiga perusahaan BUMN di Jakarta, Rabu (29/11). RUPSLB tiga perusahaan BUMN meliputi PT Antam Tbk., PT Bukit Asam Tbk., dan PT Timah Tbk. memutuskan menyetujui perubahan Anggaran Dasar Pers

PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) (Persero) telah menyiapkan pendanaan untuk menguasai 51% saham PT Freeport Indonesia. Selain dari kas internal perusahaan, pendanaan berasal dari pinjaman perbankan.

Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin mengatakan hingga kini ada 11 bank yang siap membantu pendanaan dalam proses divestasi itu. Namun, nama 11 bank tersebut masih belum bisa dipublikasikan.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Dengan pendanaan itu harapannya bisa membantu keuangan Inalum. Apalagi, nilai divestasi mencapai US$3,85 miliar. Perinciannya sebanyak US$ 3,5 miliar dialokasikan untuk pembayaran hak partisipasi Rio Tinto dan US$ 350 juta untuk Indocopper

Di sisi lain, posisi uang tunai yang dimiliki Inalum mencapai US$ 1,5 miliar. "Kami berharap dalam dua bulan bisa selesai semua,"kata Budi di Jakarta, Kamis (12/7).

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan bukan tanpa alasan Inalum harus menguasai saham Indocopper juga. Ini karena jika hanya menguasai saham Rio Tinto, maka kepemilikan pemerintah di Freeport belum mencapai 51%. "Saham Indocoper jadi 100% milik Inalum,"kata dia.

Kesepakatan nilai itu dituangkan dalam sebuah perjanjian (Head of Agreement/HoA). HoA itu diteken Inalum, Freeport McMoran Inc dan Rio Tinto di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (12/7).

(Baca: Inalum dan Freeport Teken Kesepakatan Divestasi 51% Saham)

Dengan adanya HoA tersebut maka struktur organisasi dan harga divestasi sudah final sehingga tidak ada lagi perubahan ke depan meskipun transaksi masih dalam proses penyelesaian. Selanjutnya akan finalisasi perjanjian pembentukan perusahaan patungan.

Kuis Katadata

Dunia Anak-Anak

Uji pengetahuan Anda mengenai Hari Anak dan dapatkan kesempatan memenangkan hadiah menarik dari Zurich senilai Rp. 250.000