Investasi Pembangunan Pabrik Gula Ramai Peminat

Penulis: Michael Reily

Editor: Ekarina

Kamis 12/7/2018, 20.06 WIB

Investasi pabrik gula baru diharapkan dapat menambah jumlah produksi gula nasional sebanyak 2,35 juta ton per tahun dan menyerap banyak tenaga kerja.

Pabrik Gula Sindang Laut
Arief Kamaludin|KATADATA
Aktifitas pekerja pabrik gula Sindanglaut berkapasitas giling 12.000 ton cane per day (TCD), di Cirebon, Jawa Barat, (16/10). Secara korporasi PG Rajawali II sampai dengan saat ini sudah memproduksi hampir sekitar 90.000 ton gula, naik 16 persen dibanding

Kementerian Pertanian menyatakan sebanyak 17 investor minati pembangunan pabrik gula senilai total Rp 41,44 triliun. Investasi pembangunan pabrik tersebut berpotensi meningkatkan tambahan produksi sebanyak 2,35 juta ton.

Pemerintah mendorong investasi pemabnguna pabrik gula ke wilayah Timur Indonesia guna mengimbangi jumlah pasokan di kawasan Indonesia bagian barat.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Syukur Iwantor mengatakan 8 dari 17 investasi pabrik gula sudah terealisasi. Menurut catatannya, 5 pabrik sudah beroperasi dan 3 pabrik telah sedang dalam proses pembangunan. Sementara 8 rencana investasi lainnya belum terealisasi karena masih dalam proses pengurusan perizinan.

“Selama ini kita tahu pabrik gula kebanyakan di wilayah barat, sekarang kita dorong lebih ke timur supaya suplainya seimbang,” kata Syukur kepada Katadata, Kamis (12/7).

Syukur menngatakan dari delapan  pabrik yang sudah terealisasi, 2 pabrik berlokasi di kawasan Indonesia timur, yaitu Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sisanya berada di Lamongan, Banyuwangi, dan Blitar di Jawa Timur; Lampung; Ogan Komering Ilir di Sumatera Selatan; serta Blota di Jawa Tengah.

(Baca : Indonesia-Iran Jajaki Kerja Sama Investasi di Sektor Pertanian)

Syukur menjelaskan, 9 investasi pembangunan pabrik gula yang sedang dalam proses perizinan menurut rencana juga akan lebih banyak bangun di kawasan timur Indonesia.“Ada di Flores (NTT), Saumlaki (Maluku), dan Seram Timur (Maluku),” ujarnya.

Dia mengaku Satuan Tugas Kemudahan Berusaha akan mengawal proses perizinan agar bisa memudahkan investor. 

Dengan maraknya investasi pabrik gula, dia berharap selain berpotensi menambah jumlah pasokan gula nasional sebesar 2,35 juta ton per tahun, juga akan diperkirakan mampu menyerap  tenaga kerja secara langsung dan tidak langsung hingga 400 ribu orang.  Baberapa pabrik baru tersebut ditargetkan dapat beroperasi bertahap hingga 2020.

(Baca : Mentan Tolak Tawaran Impor Jagung dari Rusia)

Selain investasi 17 pabrik baru, investasi pabrik gula juga belum lama datang dari PT. Hermes Seram Indonesia. Perusahaan berencana membangun pabrik gula di atas lahan seluas 25.000 hektare di Kabupaten Seram Barat, Maluku. Kapasitas produksi awal pabrik tersebut diperkirakan mencapai sebesar 10.000 tone cane per day (TCD).

Dengan maraknya investasi pabrik gula, pemerintah menargetkan Indonesia dapat mencapai swasembada gula konsumsi pada 2019 dan  gula industri pada 2025.

Target tersebut ditetapkan sejlain untuk meningkatkan kedaulatan pangan, tapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan  petani.

 

Kuis Katadata

Dunia Anak-Anak

Uji pengetahuan Anda mengenai Hari Anak dan dapatkan kesempatan memenangkan hadiah menarik dari Zurich senilai Rp. 250.000