Lelang Blok Makassar Strait Ditargetkan Rampung Tiga Bulan Lagi

Penulis: Anggita Rezki Amelia

Editor: Arnold Sirait

Kamis 12/7/2018, 21.54 WIB

Blok ini dilelang karena Chevron, Pertamina dan Sinopec tidak berminat lagi mengelola setelah kontrak berakhir 2020.

Rig Minyak
Katadata

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)  berharap proses lelang Blok Makassar Strait bisa segera terlaksana.  Ini agar pengelolaan blok tersebut segera diputuskan. Apalagi blok ini akan berakhir tahun 2020.

Direktur Jenderal Minyak dan gas bumi (Migas) Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengatakan proses lelang akan selesai beberapa bulan ke depan. "Secepatnya akan dilelang, dalam tiga bulan ini sudah selesai," kata dia di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (12/7).

Dengan proses lelang ini harapannya ada perusahaan yang tertarik untuk mengelola blok tersebut. Selain itu kontraktor baru bisa memberikan bonus tanda tangan yang lebih besar bagi pemerintah.

Djoko yakin Blok Makassar Strait akan menarik bagi perusahaan yang beroperasi di sekitar blok tersebut, seperti Eni di Blok Muara Bakau. Bahkan, Eni sempat menyampaikan secara lisan tertarik mengelola blok tersebut.

Eni bisa memasang pipa dari Makassar Strait untuk diintegrasikan dengan proyek Jangkrik. Apalagi proyek tersebut berdekatan. " Siapa saja silakan ikut, termasuk Eni jika berminat," kata dia.

Blok ini dilelang karena  Chevron Indonesia melepas Blok Makassar Strait setelah kontraknya berakhir 2020. Perusahaan asal Amerika Serikat itu menilai blok tersebut tidak ekonomis jika tidak digabung dengan Blok Rapak dan Ganal dalam Proyek Indonesia Deepwater Development (IDD).

(Baca: Proyek IDD Tetap Jalan Tanpa Makassar Strait )

Tak hanya Chevron, PT Pertamina dan juga Sinope yang menjadi kontraktor eksisting di blok tersebut juga tidak berminat melanjutkan pengelolaan di blok tersebut. Saat ini PT Pertamina Hulu Energi (PHE) memiliki hak kelola dalam proyek IDD melalui kepemilikian Participating Interest (PI) di Blok Makassar Strait sebesar 10%. Sisanya dimiliki Sinopec 18% dan Chevron 72%.

Reporter: Anggita Rezki Amelia

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha