Saudi Aramco Putuskan Kelanjutan Kilang Cilacap Pekan Ini

Penulis: Anggita Rezki Amelia

Editor: Arnold Sirait

Selasa 28/8/2018, 16.46 WIB

Saudi Aramco juga meminta aset Kilang Cilacap dipisahkan ke perusahaan baru.

kilang cilacap
Katadata

Saudi Aramco dikabarkan akan mengambil keputusan mengenai kelanjutan proyek modifikasi kilang minyak di Cilacap, Jawa Tengah pekan ini. Sikap perusahaan asal Arab Saudi ini sebenarnya sudah ditunggu mitranya yakni PT Pertamina (Persero) sejak enam bulan lalu.

Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko Gigih Prakoso mengatakan kantor pusat Saudi Aramco belum memberikan persetujuan untuk memulai proyek tersebut. "Tinggal menunggu mereka mau jalan atau tidak. Menurut informasi mereka mau mengambil keputusan akhir bulan ini," kata dia di Jakarta, Selasa (28/8).

Saudi Aramco hingga kini masih menimbang untuk melanjutkan proyek kilang minyak itu karena membutuhkan dana yang tidak sedikit. Apalagi proyek itu akan masuk tahap Basic Enginering Design (BED) dan Front End Enginering Design (FEED).

Biaya kajian tersebut, menurut Gigih bisa dua persen lebih besar dari total nilai proyek. Adapun nilai proyek kilang Cilacap diperkirakan mencapai US$ 5,5 miliar.

Pemerintah juga sebenarnya tidak tinggal diam terhadap proyek ini. Bahkan, insentif pajak (tax holiday) sudah diberikan untuk menjaga keekonomian proyek.

Namun, Saudi meminta hal lain yakni, aset Kilang Cilacap yang ada saat ini dipindahkan ke perusahaan baru yang nantinya diintegarasikan atau dipimpin oleh Senior Vice President (SVP) baru. "Itu namanya spin off, Saudi maunya aset eksisting ditranfer ke SVP baru," ujar Gigih.

Sebenarnya, Kementerian Keuangan juga tengah menyiapkan aturan spin off tersebut. Akan tetapi, menurut Gigih entitas baru tersebut belum bisa terbentuk lantaran masih menunggu komitmen dari Saudi Aramco untuk melanjutkan proyek Kilang Cilacap.

(Baca: Dua Aturan Baru Disiapkan untuk Percepat Kilang Minyak di Cilacap)

Untuk itu, Pertamina terus berkomunikasi dengan Saudi Aramco untuk kejelasan tersebut. "Kami mau komitmennya, mereka lagi minta keputusan sama board-nya. Namun, kami tidak bisa menunggu terus-terusan " ujar dia.

Adapun persentase kepemilikan di Kilang Cilacap antara Pertamina dan Aramco tidak mengalami perubahan. Dalam hal ini Pertamina tetap mengempit hak kelola mayoritas atau sebesar 55%, dan sisanya 45% dipegang oleh Aramco.

Modifikasi kilang Cilacap ini masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Proyek ini digarap PT Pertamina (Persero) dan Saudi Aramco. Dengan proyek ini kapasitas kilang minyak di Cilacap akan meningkat menjadi 400 ribu barel per hari (bph) dari sebelumnya 348 ribu bph.

Reporter: Anggita Rezki Amelia

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha