Proyek Hulu Migas Membaik, Wintermar Dapat Kontrak Rp 1,1 Triliun

Penulis: Ihya Ulum Aldin

Editor: Safrezi Fitra

Rabu 29/8/2018, 11.44 WIB

Kontrak yang mayoritas berasal dari sektor hulu minyak dan gas ini, ditargetkan akan terus bertambah hingga akhir tahun 2018.

Migas
Katadata | Dok.

PT Wintemar Offshore Marine Tbk mendapatkan nilai kontrak senilai US$ 77 juta atau sekitar Rp 1,1 triliun hingga akhir Juli 2018, naik dari posisi US$ 69 juta per Juni 2018. Kontrak yang mayoritas berasal dari sektor hulu minyak dan gas ini, ditargetkan akan terus bertambah hingga akhir tahun 2018.

“Tambahan satu atau dua kontrak, kami bisa optimistis hingga akhir tahun. Untuk kontrak di luar negeri, ada beberapa kontrak baru yang bisa dapatkan atau maintenance dari tahun sebelumnya,” kata Direktur Keuangan Wintermar Janto Lili di Jakarta, Selasa (28/8).

Untuk mendapatkan tambahan nilai kontrak baru hingga akhir tahun, Janto optimis karena secara global terdapat banyak proyek hulu migas yang sudah dimulai. Ada beberapa proyek pada semester I-2018 yang tertunda, dan sudah mulai berjalan di semester II.

Meski begitu, Janto enggan menyebutkan berapa target kontrak yang akan dikejar Wintermar hingga akhir tahun, karena tergantung perkembangan di lapangan. “Kontrak sudah ada beberapa yang diterima dari oil and gas, tetapi belum bisa kami buka dari minyak dan gas tersebut,” katanya.

Perolehan Kontrak Wintermar
 

 

Meski tidak merinci secara detail nilai kontrak baru yang telah didapat hingga Juli 2018, Janto mencontohkan kontrak berasal dari bisnis kapal petrol (pengangkut minyak) di Laut Natuna dan perpanjangan kontrak dari proyek di Blok Cepu, Jawa Tengah. Selain itu, beberapa perpanjangan kontrak untuk satu atau dua tahun ke depan, telah dilakukan pada Juli 2018.

Witermar merupakan perusahaan pelayaran yang memiliki banyak mitra perusahaan migas besar multinasional. Hingga semester I tahun ini, perseroan memiliki total 65 armada kapal lepas pantai. Pada periode tersebut utilisasi kapal yang beroperasi baru mencapai 64%. Bisnis migas yang mulai kembali bergairah akan membuat utilisasi kapal perseroan meningkat.

Janto mengatakan kontrak baru ini sejalan dengan utilitas perusahaan yang sebesar 65% pada Juli 2018, meningkat dari utilitas di bulan Juni 2018 sebesar 64%. Capaian ini didukung oleh utilitas kapal high tier yang mencapai 90%. “Kami punya target utilitas sampai akhir tahun sekitar 70%. Kami mau coba itu,” katanya.

investasi hulu migas

 

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha